Keunikan Charleston, Kota Bunga di South Carolina

Charleston didirikan pada bulan April 1670. Berbagai macam kebun menghiasi kota ini, menjadikan Charleston sebagai kota bunga yang dikenal di seluruh dunia. Hari ini, Charleston berkembang sebagai kota modern dengan pesona dunia kuno. Kota ini adalah tujuan utama bagi para wisatawan. Charleston terletak di ujung semenanjung yang dibentuk oleh sungai Ashley dan Cooper.

Gambar kota Charleston South Carolina

Pantai South Carolina menarik penjelajah Perancis dan Spanyol. Namun, tak satupun dari kedua negara itu yang mampu membentuk pemukiman permanen. Inggris mendirikan pemukiman permanen pertama, Charles Towne, di tepi barat sungai Ashley di tahun 1670. Warga koloni kemudian pindah ke situs ini. Kota ini menjadi kaya dan menjadi sasaran awal bajak laut yang menjelajahi pantai dari North Carolina ke Karibia.

Di tengah tahun 1700-an, pelabuhan mulai tumbuh. Perdagangan beras dan nila memakmurkan kota. Mansion-mansion elegan yang dibangun oleh petani beras dan pedagang kaya berderet-deret di jalanan. Charles Towne menjadi ibukota negara bagian dari tahun 1756 sampai 1790. Kota ini dibentuk sebagai Charleston pada tahun 1783.

Sejarah militer kota ini terlihat di banyak tempat. Di Fort Moultrie di Pulau Sullivan, penjajah membalikkan invasi sembilan kapal perang Inggris pada tahun 1776. Kemudian, Charles Towne jatuh ke Inggris. Pada tahun 1861, serangan pasukan Konfederasi di Fort Sumter, di Charleston Harbor, melahirkan Perang Sipil (1861-1865).

Charleston selamat dari peperangan, kebakaran besar, gempa bumi, angin topan, dan perubahan sosial. Meskipun terus bergerak menuju masa depan, kota ini tetap mempertahankan masa lalunya. Charleston mengadopsi hukum pelestarian sejarah pertama di Amerika Serikat. Banyak bangunan yang dibangun sebelum Perang Saudara masih ada sampai sekarang.

Charleston dikenal sebagai “kota pertama” yang penting. Kota ini memiliki sekolah publik pertama di negara bagian South Carolina, serta teater, museum publik, komunitas musik, dan klub golf pertama negara bagian itu. Didirikan pada tahun 1785, College of Charleston adalah perguruan tinggi kota pertama di South Carolina. Taman-taman formal tertua Amerika berada di dekat Middleton Place. Begitu banyak menara gereja meramaikan langit Charleston hingga mendapat julukan “Kota Suci.” Pada tahun 1791, George Washington beribadah di St. Michael’s Episcopal Church, gereja tertua di kota ini. Kahal Kadosh Beth Elohim adalah tempat kelahiran Reformasi Yudaisme di Amerika.

Lokasi Charleston di Samudra Atlantik mempengaruhi perkembangan ekonominya. Setelah Perang Dunia II (1939-1945), Charleston menjadi salah satu pelabuhan utama di negara ini. Saat ini, industri jasa, meliputi pariwisata dan perhotelan; pemerintah, termasuk militer; dan perdagangan, transportasi, dan utilitas, menjadi penyerap angkatan kerja paling utama di daerah itu.

Charleston adalah pusat pendidikan. Lembaga pendidikan seperti Medical University of South Carolina, College of Charleston, The Citadel, dan Military College of South Carolina terletak di Charleston. Kota ini juga menjadi pusat informasi-teknologi.

Selama dua minggu di musim semi, Charleston menjadi tuan rumah Spoleto Festival USA. Dihelat pertama kali pada tahun 1977, event ini dianggap sebagai “festival seni pertunjukan utama” di Amerika. South Carolina Aquarium memiliki banyak koleksi hewan dan tumbuhan. Arthur Ravenal Bridge, membentang di atas Sungai Cooper, adalah jembatan bergaya kabel terpanjang di Amerika yang menghubungkan pusat kota Charleston ke Mount Pleasant.

Menaiki kereta kuda, berjalan-jalan melalui jalan-jalan batu, atau melakukan tur mengelilingi mansion bersejarah akan membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Banyak vendor menjual berbagai produk di Charleston City Market yang terkenal. Bagi wisatawan di pasar, keranjang Sweetgrass adalah benda yang paling populer untuk dibeli. Pengabdian kepada warisan dan pelestarian sejarah membuat Charleston menjadi kota yang unik dan salah satu kota paling indah di Amerika Serikat.

Komentar Anda