Profil dan Sejarah Baton Rouge, Ibukota Louisiana

Daerah yang sekarang dikenal sebagai Baton Rouge dulunya adalah rumah bagi masyarakat Bayagoula dan Ouma. Penjelajah Perancis, Pierre Le Moyne, dan rombongannya tiba di tempat itu pada tahun 1699. Di tepi Sungai Mississippi, para penjelajah itu melihat sebuah tiang merah, yang oleh orang Perancis disebut baton rouge. Pos itu menandai garis batas area perburuan suku asli Amerika.

Gambar kota Baton Rouge

Para penjelajah awal itu tidak membayangkan Baton Rouge kelak menjadi ibukota sekaligus kota terbesar kedua di negara bagian Louisiana; serta pusat manufaktur kimia dan minyak bumi. Baton Rouge terletak di bagian tenggara Louisiana, tepat di bawah dataran tinggi berbukit Florida Parishes. Kota ini berada sekitar 129 kilometer di barat dan utara New Orleans. Baton Rouge memiliki populasi 230.058 jiwa. Kota ini meliputi area seluas 205 kilometer persegi.

Sejak tahun 1700-an, Baton Rouge telah berpindah tangan berkali-kali. Perancis, Inggris, Spanyol, dan akhirnya Amerika Serikat pernah mengklaim Baton Rouge. Setelah Perang Perancis-Indian (1754-1763), Inggris menguasai Baton Rouge dan Florida Parishes. Selama Revolusi Amerika (1775-1783), Spanyol menyerang dan akhirnya menguasai daerah itu. Pada tahun 1800, Spanyol mengembalikan parishes (divisi territorial Louisiana) ke Prancis.

Tiga tahun kemudian, Napoleon menjual Louisiana ke Amerika Serikat, namun Spanyol kembali mengklaim daerah itu. Pada tahun 1810, orang-orang West Florida memberontak terhadap kekuasaan Spanyol dan menguasai Baton Rouge. Mereka sempat memerdekakan diri sebelum bergabung dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari Louisiana Territory. Louisiana menjadi negara bagian pada tahun 1812. William Charles Cole Claiborne menjabat sebagai gubernur terpilih pertama. Baton Rouge diresmikan pada tahun 1817 dan menjadi ibukota permanen negara bagian Louisiana pada tahun 1882.

Tentara Konfederasi menguasai Port Hudson, dekat Baton Rouge, selama Perang Saudara. Mereka kemudian mempertahankannya melalui pengepungan yang berlangsung dari 8 Mei hingga 9 Juli 1863. Tentara Union membakar Old State Capitol, yang dibangun pada tahun 1850 dalam gaya kastil abad pertengahan.

Baton Rouge dikenal sebagai kota pelabuhan sejak dahulu hingga kini. Kota ini adalah salah satu pelabuhan laut terbesar di Amerika Serikat yang dapat melayani kapal-kapal lintas samudera. Baton Rouge juga merupakan pusat manufaktur petrokimia terkemuka. Pemerintah negara bagian dan Louisiana State University adalah salah satu penyedia lapangan kerja terbesar di daerah itu.

Baton Rouge diperkaya oleh kebudayaan Cajun. Di tengah tahun 1700-an, Inggris mengasingkan orang Kanada keturunan Perancis dari Acadia, Nova Scotia. Para pengungsi itu mencari jalan ke selatan dan akhirnya menetap di Louisiana. Mereka kemudian dikenal sebagai Acadia, atau Cajun. Hari ini, kebudayaan Cajun diwakili oleh musik, makanan pedas, dan tarian lokal, yang disebut fais-do-dos.

Baton Rouge adalah rumah bagi State Capitol yang mengesankan, gedung kapitol tertinggi di AS. Gubernur Huey Long memerintahkan pembangunan struktur itu pada tahun 1932. Ironisnya, Long sendiri dibunuh di koridor gedung itu dan dimakamkan di depan gedung. Menara observasi di kapitol ini menyajikan pemandangan yang luas mencapai 48 kilometer.

Old State Capitol memiliki sebuah museum yang dibangun untuk mengenang sejarah politik Louisiana yang penuh warna. Louisiana State University Rural Life Museum berusaha untuk melestarikan warisan pedesaan Louisiana. Windrush Gardens dan Burden Home berdekatan dengan museum itu. Wisatawan yang mengunjungi daerah ini pasti ingin menjelajahi rumah perkebunan tua kota ini. Sebuah museum boneka, dikenal sebagai Enchanted Mansion, memiliki rumah boneka Victoria berukuran nyata dan boneka antik langka.

Baton Rouge juga merupakan tempat bagi sebuah kebun binatang besar. Universitas Southern, universitas dengan dominasi orang Amerika keturunan Afrika terbesar di Amerika Serikat, dan Louisiana State University, adalah institusi pendidikan terpenting yang berbasis di Baton Rouge.

Komentar Anda