Mengunjungi Biloxi, Kota Surga di Mississippi

Biloxi adalah salah satu permata di Pantai Teluk Mississippi. Populasinya kurang lebih hanya 44.578 jiwa. Wisatawan dari seluruh Amerika mengunjungi Biloxi untuk bersantai di pantai yang indah dan hotel serta resor mewah sambil mencoba peruntungan di kasino. Mereka juga mencoba sajian lezat tiram dan udang, hasil tangkapan di perairan Teluk yang hangat.

Gambar Kota Biloxi

Salah satu event yang paling populer di negara bagian Mississippi adalah Biloxi Shrimp Festival (Festival Udang Biloxi) yang diselenggarakan setiap bulan Juni. Event ini menandai pembukaan resmi musim menangkap udang. Ada parade, acara budaya, penobatan ratu udang, dan pemberkatan tradisional armada udang.

Tidak mengherankan, industri utama Biloxi di luar pariwisata adalah pembuatan kapal dan alat tangkap ikan. Keesler Air Force Base terletak di dekatnya. Sebagaimana Biloxi sendiri, pangkalan angkatan udara ini mengalami kerusakan parah akibat terjangan Badai Katrina. Perbaikan besar-besaran basis militer dan kota itupun dilakukan. Setahun setelah badai, 6 dari 12 kasino yang beroperasi sebelum badai telah dibuka kembali.

Beberapa kota Selatan memiliki masa lalu yang beragam dan kaya seperti Biloxi. Pada tahun 1699, di bawah arahan Raja Prancis Louis XIV, penjelajah Kanada-Perancis Pierre Le Moyne, sieur d’Iberville, berwisata ke daerah yang disebut Louisiana. Di sana, ia menduduki Fort Maurepas di dekat wilayah yang sekarang disebut Old Biloxi. Pada tahun 1716, Jean Baptiste Le Moyne, sieur de Bienville, kakak d’Iberville, menetap di Fort Rosalie, sekarang Natchez.

Biloxi berasal dari kata asli Amerika yang berarti “orang-orang pertama.” Sedikitnya enam bendera telah berkibar di atas tanah Biloxi selama sejarah panjangnya. Kota ini adalah ibukota Louisiana Territory milik Perancis dari tahun 1719 sampai 1722. Kota ini kemudian diduduki oleh Spanyol, Inggris, dan pernah menjadi bagian dari Republik Florida Barat. Biloxi adalah bagian dari Konfederasi sebelum menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Biloxi selamat dari kehancuran besar yang melanda kota-kota lain di Mississippi selama Perang Saudara. Karena itu, banyak rumah-rumah kuno nan indah ala Amerika yang tetap terjaga. Sayangnya, beberapa darinya hilang setelah terjadinya Badai Katrina; lainnya mengalami perbaikan. Untuk melindungi Lighthouse Biloxi dari ancaman invasi selama Perang Saudara, lensa telah diambil dari mercusuar itu dan dikubur.

Salah satu peninggalan kultural Biloxi adalah Beauvoir, rumah dari satu-satunya presiden Konfederasi, Jefferson Davis. Areal seluas 21 hektar ini mencakup rumah Davis, perpustakaan presiden, dan museum. Rumah Davis dan perpustakaan presiden itu diperbaiki setelah mengalami kerusakan berat yang disebabkan oleh Badai Katrina. Paviliun perpustakaan dan Confederate Soldier’s Museum juga hancur oleh badai. Situs Tomb of the Unknown Solider of the Confederate States of America terletak di Confederate Cemetery di Biloxi.

Sejarah maritim kota ini telah disimpan dalam dua museum. J.L. Scott Marine Education Center & Aquarium berada di jalur langsung Badai Katrina dan mengalami kerugian total. Sebuah pusat pendidikan interim dan akuarium telah dipindahkan ke Laboratorium Penelitian Gulf Coast di Ocean Springs. Maritime & Seafood Industry Museum, yang menceritakan sejarah industri perikanan kota melalui berbagai alat dan artefak lainnya, juga dibangun kembali setelah serangan Katrina.

Komentar Anda