Sejarah dan Makna Topeng Afrika

Topeng Afrika adalah bentuk kuno dari seni manusia, pemujaan religius, dan kostum seremonial. Paling sering dibuat dari kulit, logam, kain, atau jenis kayu, topeng memiliki makna budaya dan tradisional dalam banyak masyarakat pribumi di benua Afrika. Penggunaan topeng dalam budaya Afrika jauh melampaui catatan sejarah atau bahkan sejarah lisan. Fakta menunjukkan penggunaan topeng dalam ritual dan upacara sudah ada sebelum era Paleolitik.

Tari Topeng Afrika

Perayaan

Topeng dikenakan dalam kebudayan Afrika selama perayaan berbagai acara, termasuk inisiasi anak memasuki usia dewasa, pemanenan tanaman, dan mempersiapkan atau menandai akhir perang. Seorang penari mengenakan topeng sebagai helm, sebuah perangkat yang meliputi seluruh kepala atau jambul. Topeng sering mewakili roh leluhur selama perayaan tersebut, dan roh leluhur biasanya dianggap merasuki penari yang memakai topeng. Topeng yang masuk kategori ini adalah topeng Punu dari masyarakat Gabon. Topeng ini mewakili roh leluhur dan dicat putih serta dikenakan selama festival dan perayaan. Topeng ini juga kadang-kadang dipakai untuk mewakili nenek moyang sebagai bagian dari tari topeng.

Upacara

Selama upacara ritual, topeng umumnya mewakili dewa, roh leluhur, makhluk mitologi, atau roh binatang. Penari yang memakai topeng seringkali kesurupan, di mana ia akan berkomunikasi dengan para leluhur. Dia akan membawa kembali pesan dari roh pada orang-orang. Topeng dalam kategori ini adalah topeng Guro, dibuat dan dipakai oleh orang-orang pribumi di sepanjang Pantai Gading. Topeng ini mewakili roh Gu, istri makhluk gaib dari mitologi suku ini, dan dipakai selama pertemuan, pemakaman, perayaan, dan upacara lainnya.

Pemakaman

Beberapa topeng dipakai selama upacara berkabung dan pemakaman setelah kematian salah seorang anggota suku. Orang-orang Bete mengenakan topeng selama prosesi pemakaman yang dimaksudkan untuk mengusir ahli nujum yang bisa menyebabkan kerusakan. Topeng ini memiliki dahi menonjol, mulut besar, mata sempit, serta tanduk. Orang-orang Yoruba dari Nigeria juga memiliki topeng pemakaman. Topeng ini “mewadahi” roh dari orang yang telah meninggal dan kadang-kadang memungkinkan pemakai untuk berkomunikasi dengan almarhum.

Perkumpulan rahasia

Topeng sering juga dikenakan oleh anggota perkumpulan atau masyarakat rahasia. Di antaranya orang-orang Fang, suku yang ada di sepanjang Pantai Atlantik, anggota pria dari perkumpulan rahasia itu mengenakan topeng Ngil selama proses inisiasi anggota baru. Topeng juga dikenakan oleh anggota perkumpulan rahasia ketika mereka menghukum penyihir. Topeng tersebut memanjang dan menampilkan wajah berbentuk hati dengan hidung panjang.

Penghormatan

Beberapa topeng dibuat oleh masyarakat asli Afrika untuk menghormati seorang raja, kepala suku, atau otoritas tertentu. Topeng-topeng tersebut dianggap memiliki kekuatan besar dan dipajang, meskipun jarang dipakai, selama ritual dan upacara. Topeng sering mengandung simbol untuk menggambarkan kehebatan orang-orang yang diciptakan untuk dihormati. Topeng bisa juga ditampilkan selama masa tanam dan panen, pada pembukaan berburu atau sebelum pergi berperang. Topeng semacam ini ada di antara suku Bamileke di wilayah Padang Rumput Barat Afrika.

Komentar Anda