10 Fakta Unik Tentang Sushi

Makanan lezat yang satu ini penuh nilai kultural dan seni. Sushi adalah hidangan utama yang diburu setiap orang ketika menginjakkan kaki di Jepang. Sushi terdiri atas berbagai varian warna, tekstur, rasa, dan penyajian, yang pastinya tak hanya memanjakan lidah, tapi juga sedap dipandang mata. Tahukah Anda fakta-fakta menarik tentang sushi berikut ini?

Gambar Makanan Sushi Lezat

1. Meskipun Jepang mendapatkan pengakuan penuh atas apa yang kita sebut sushi hari ini, inspirasi untuk sushi diperkirakan berasal dari Asia Tenggara. Nare-zushi, fermentasi ikan yang dibalut nasi asam, berasal dari suatu tempat di sekitar Sungai Mekong sebelum menyebar ke China dan akhirnya Jepang.

2. Sushi awalnya adalah makanan cepat saji, camilan murah yang bisa dimakan dengan cepat menggunakan tangan sambil menonton pertunjukan teater.

3. Wasabi asli berasal dari akar tanaman Wasabia japonica, bukan sejenis lobak pedas (horseradish). Rasa pedas wasabi yang kuat berasal dari bahan kimia antimikroba alami pada tanaman itu, menjadi sandingan sempurna untuk mengkonsumsi seafood mentah yang mungkin mengandung parasit. Wasabi asli harganya mahal. Sedangkan yang biasanya disediakan di restoran sushi terbuat dari lobak pedas dan bubuk mustard, kemudian dicelup dengan pewarna hijau buatan agar menyerupai wasabi asli.

4. Nasi fermentasi asam yang membungkus ikan fermentasi hanya untuk membantu proses menciptakan umami -rasa asam yang unik. Setelah proses fermentasi selesai, nasi dibuang dan hanya ikan yang dikonsumsi.

5. Nori, rumput laut yang digunakan untuk membungkus sushi, dulu dikerik dari kaki dermaga kayu dan bahkan perahu, kemudian ditekan menjadi lembaran dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Hari ini, nori dibudidayakan oleh petani. Nori merek Barat dipanggang untuk alasan keamanan, sementara banyak merek Jepang tidak.

6. Fugu, atau ikan buntal, mengandung sejumlah racun mematikan dalam kelenjar dan organnya. Jika koki secara tak sengaja menggores satu ikan dengan pisaunya saat menyiapkan sashimi, dia bisa saja membunuh pelanggannya sendiri. Agar bisa mengolah sashimi fugu, para koki di Jepang harus menjalani pelatihan ketat dan proses sertifikasi, dan kemudian memakan produk jadi mereka sendiri! Dan ya, ada kematian selama ujian akhir. Selama berabad-abad, satu-satunya hukum yang berkaitan dengan Kaisar Jepang adalah bahwa ia tidak boleh makan fugu karena risikonya yang besar.

7. Bahan untuk pembuatan maki-zushi (sushi gulung) dipilih khusus oleh master sehingga rasa, tekstur, dan bahkan warnanya saling melengkapi. Gulungan yang disajikan sudah diiris menjadi cakram sehingga pelanggan dapat melihat proses pembuatannya yang penuh nilai artistik.

8. Peraturan keamanan pangan di Amerika Serikat dan Eropa mengharuskan ikan mentah dibekukan dalam jangka waktu tertentu untuk membunuh parasit. Di Eropa, ikan mentah harus dibekukan pada suhu -20 derajat Celcius selama minimal 24 jam. Bahkan ikan mentah segar yang disajikan di restoran sushi Barat telah dibekukan, sehingga merusak rasa dan tekstur aslinya. Master sushi Jepang dilatih untuk mengenali potensi masalah seperti cacing dan parasit pada ikan dan menghindari menyajikannya.

9. Jalinan bambu yang membentuk sushi roll menjadi silinder disebut makisu dalam bahasa Jepang. Bila sushi gulung adalah bentuk sushi paling populer di Barat, Jepang biasanya lebih suka nigiri, sepotong ikan yang ditekan di atas segumpal nasi dengan tangan.

10. Meninggalkan secawan kecil kecap dengan nasi mengambang dan sisa-sisa makanan lainnya adalah cara makan sushi yang sangat buruk. Menyia-nyiakan kecap yang berharga tidak disukai orang Jepang. Untuk menikmati sushi cara Jepang, tuangkan sejumlah kecil kecap ke dalam cawan sushi dan isi ulang saat diperlukan.

Komentar Anda