7 Mitos Lemak Paling Populer

Lemak adalah salah satu makanan yang paling sering disalahpahami, dan bidang medis sebagian bertanggung jawab atas hal itu. Masyarakat perlu menggali lebih dalam tentang lemak untuk mengetahui jenis lemak yang harus dihindari dan mengapa lemak tertentu sangat penting. Berikut tujuh mitos lemak yang tak hanya menyesatkan, tapi juga populer di kalangan kita.

Gambar Makanan Berlemak Lezat

1. Tubuh tidak membutuhkan lemak

Faktanya, tubuh benar-benar membutuhkan lemak. Kita tidak bisa hidup tanpa lemak. Bahan yang membentuk lemak juga digunakan di sekitar saraf kita dan otak, serta untuk membuat hormon. Tanpa lemak sehat, kita tidak akan memiliki energi, kita tidak akan mampu berpikir dan kita tidak akan memiliki koordinasi. Kita harus memiliki beberapa bentuk lemak sehat setiap hari.

2. Lemak sehat sebetulnya tidak ada

Sekali lagi, tubuh tidak dapat hidup tanpa lemak. Tapi tubuh harus mendapatkan lemak dari sumber yang sehat. Secara khusus, tubuh membutuhkan asam lemak omega-3 dari sumber-sumber seperti ikan, biji rami, dan biji chia. Asam lemak Omega-3 terbukti berguna bagi otak, mengontrol kadar lemak darah, dan membantu mengurangi stroke dan risiko penyakit jantung. Sumber lemak tak sehat termasuk semua yang digoreng dalam minyak sayur dan margarin.

3. Makan lemak menyebabkan gemuk

Makan lemak sehat tidak membuat Anda gemuk, dan pada kenyataannya, malah dapat membantu menurunkan berat badan. Banyak ahli percaya bahwa lemak sehat seperti asam lemak omega-3 dari ikan sangat penting untuk menurunkan berat badan. Meningkatnya berat badan penduduk di negara-negara maju terjadi karena naiknya asupan gula dalam bentuk permen, minuman ringan, dan pasta tambahan dan roti. Jika gula tambahan (karbohidrat) tidak sepenuhnya dibakar melalui olahraga, mereka bisa disimpan dalam tubuh sebagai lemak. Jadi waspadalah terhadap cookies, crackers, atau makanan olahan lainnya yang mengatakan “rendah lemak,” karena banyak mengandung gula tambahan untuk meningkatkan rasa.

4. Makan lemak jenuh dari susu dan daging merah tidak baik untuk jantung

Mitos ini rumit karena dalam beberapa hal benar. Hal ini tergantung secara signifikan pada kesehatan hewan. Sapi yang hanya diberi makan rumput akan jauh lebih sehat dan jauh lebih ramping daripada sapi yang diberi makan biji-bijian dan jagung. Pasalnya, biji-bijian yang diberikan kepada ternak digunakan untuk menggemukkannya sebelum dipasarkan. Daging sapi yang makan rumput memiliki kandungan tinggi lemak yang disebut conjugated linoleic acid (CLA), yang dianggap penting untuk menurunkan berat badan dan perlindungan kanker. Jika Anda tidak dapat menemukannya, daging sapi yang makan rumput dapat dibeli secara online dan akan dikirimkan beku.

5. Margarin lebih baik bagi Anda ketimbang mentega

Mitos ini sayangnya telah diabadikan oleh komunitas medis dan industri makanan. Bahkan, banyak ahli gizi dan dokter masih belum memahami perbedaannya. Margarin mengandung lemak yang disebut “lemak trans”. Kata “trans” mengacu pada bagian dari struktur kimianya. Lemak ini tidak baik untuk tubuh dan sangat keras pada pembuluh darah. Lemak ini harus dihindari, sehingga margarin tidak boleh digunakan. Sebaliknya, mentega tidak mengandung lemak trans. Lemak trans mengandung minyak yang terhidrogenasi secara parsial, yang dihubungkan dengan tingkat penyakit arteri koroner yang lebih tinggi, tingkat kolesterol baik (HDL) yang lebih rendah, serta meningkatkan level kolesterol jahat (LDL).

6. Produk rendah lemak baik untuk Anda

Tahun 1990-an membawa gelombang besar produk rendah lemak yang menjanjikan pilihan sehat. Apa yang tidak disadari adalah fakta bahwa makanan tersebut dibuat untuk menggantikan rasa lemak dengan gula. Gula kini merajalela dalam makanan kita dan membuat kekacauan pada tubuh. Gula halus dalam minuman ringan dan permen memainkan peran besar dalam penambahan berat badan dan meroketnya resiko diabetes. Makan kue atau makanan penutup yang berlabel “rendah lemak” pada kemasannya hanya membuat Anda mengonsumsi lebih banyak gula, yang pastinya berdampak buruk pada kesehatan.

7. Makan makanan berlemak memicu kolesterol

Kolesterol adalah suatu topik hangat dalam dunia kedokteran. Kebanyakan pasien dituntun untuk percaya bahwa mereka memiliki sedikit kekuasaan atas kolesterol mereka. Dan sedikit yang tahu bahwa mereka tidak akan hidup jika mereka tidak memiliki setidaknya beberapa kolesterol dalam tubuh mereka. Makan makanan yang salah akan memiliki efek dramatis negatif pada kesehatan Anda. Sebaliknya, makan setidaknya tiga porsi buah dan tiga porsi sayuran sehari melindungi jantung dan dapat mengatasi kolesterol.

Lemak sehat, seperti dalam ikan, dapat membantu menambah jenis kolesterol baik dan melawan jenis kolesterol jahat. Menghindari makanan gorengan dan minyak terhidrogenasi parsial dapat membantu mencegah peradangan, penyumbang utama penyakit kronis. Banyak pasien yang terkejut setelah tahu bahwa dengan makan makanan seimbang dengan protein sehat, lemak sehat, serta buah-buahan dan sayuran sambil mengurangi gula akan menurunkan kolesterol mereka secara dramatis.

Lemak sehat ada pada ikan seperti salmon, sarden, teri, dan tuna. Mereka adalah sumber asam lemak omega-3 terbaik. Polusi kini telah membatasi populasi ikan konsumsi. Salmon Alaska tetap menjadi salah satu pilihan paling aman dari ikan yang tersedia. Suplemen minyak ikan yang telah diuji kandungan logam beratnya juga merupakan pilihan. Biji rami adalah sumber asam lemak omega-3, meskipun tidak cukup efektif seperti minyak ikan. Sumber-sumber lain meliputi kenari, minyak zaitun, dan alpukat. Untuk memasak, minyak kelapa adalah yang terbaik karena tahan terhadap panas tinggi dan hanya mengalami sedikit kerusakan selama proses memasak.

Komentar Anda