Apa yang Menarik dari Ulat Sutra China?

Ulat sutra memiliki masa hidup 28 hari. Selama umurnya yang pendek itu, ia akan menghasilkan benang sutera sepanjang kurang lebih 300 sampai 1.000 meter. Pada zaman kuno, legenda mengatakan Ratu Lei Zu, istri Huang Di, Kaisar Kuning, mengajar orang-orang China cara beternak ulat sutra dan mengekstrak sutra darinya. Dari generasi ke generasi, sutra China telah berubah dari bahan kain khusus kaisar menjadi bahan kain yang bisa dipakai semua orang.

Sejarah Sutra China

Ulat sutra China adalah tahap ulat ngengat yang disebut Bombyx mori. Ulat ini tidak ditemukan di alam liar dan tidak dapat bertahan hidup jika dilepaskan. Ulat ini hidup dengan makanan yang hanya terdiri atas daun murbei. Ketika ulat telah tumbuh seukuran jari kecil orang dewasa, ia akan menjalin kepompong yang terbuat dari filamen sutra. Jika dibiarkan saja, setelah dua sampai tiga minggu, ulat akan muncul dari kepompong sebagai ngengat. Namun, kepompong akan dibunuh, biasanya dengan uap, panas, atau sinar matahari, untuk mengekstrak filamen sutra sebelum ngengat dapat muncul.

Kegunaan dari filamen sutra adalah untuk melindungi pupa di dalam kepompong saat transformasi menjadi ngengat berlangsung. Sutra (silk) terbuat dari dua protein, serat dan sericin. Serat adalah protein rantai panjang yang membentuk benang sutra, sementara sericin adalah zat lengket yang mengikat kepompong bersama-sama. Sebuah kelenjar di kepala ulat ini menghasilkan benang sutra. Filamen sutra ini dijalin membentuk angka delapan dan diulang ribuan kali untuk membuat kepompong. Biasanya ulat tidak memutuskan benang selama proses tiga hari membuat kepompong. Karena itu, kepompong mudah diurai atau digulung menjadi benang halus.

Sutra adalah serat alami terkuat, sehingga sangat tahan lama bila dicuci dan digunakan dengan benar. Sutra menyerap kelembaban dan sejuk dipakai di musim panas dan memberikan kehangatan di musim dingin. Sutra mudah diberi warna dan bisa mempertahankan bentuknya dengan sangat baik.

Sutra harus dibersihkan dengan dry cleaning atau dicuci dengan tangan. Sutra bisa dicuci dengan tangan dalam air dingin dengan sabun ringan dan dibilas dengan air dingin. Sutra tidak boleh digosok atau diperas. Untuk menjaga sutra tetap putih, sejumlah kecil peroksida dan amonia dapat ditambahkan ke dalam air pencucian. Namun, pemutih tidak boleh digunakan. Jika sutra menguning, tambahkan beberapa sendok teh cuka putih saat mencucinya. Untuk mengeringkan, sutra harus digantung atau diletakkan datar di tempat yang sejuk dan gelap. Jika diperlukan, sutra dapat disetrika pada suhu rendah di sisi sebaliknya dari kain atau dengan menempatkan kain di atasnya.

Tahukah Anda?

Jalan Sutra atau The Silk Road, adalah sebuah jalan kuno yang menghubungkan China dengan Roma kuno yang digunakan untuk mengekspor sutra dari China. Menggunakan jalan ini untuk berdagang sutra membawa kekayaan besar bagi China. Orang China merahasiakan proses pembuatan sutra dari negara-negara lain sampai biarawan Bizantium menyelundupkan telur ulat dari China dalam tongkat berjalan yang berongga pada abad pertama Masehi. Negara-negara lain segera mulai membuat sutra mereka sendiri dan dengan demikian menghentikan monopoli sutra China.

Komentar Anda