Sejarah Lengkap Perkembangan Bahasa Perancis

Bahasa Perancis, sebagaimana bahasa Romance lainnya, dikembangkan dari bahasa Latin. Ketika kaisar Romawi Julius Caesar menaklukkan Gaul (sekarang menjadi wilayah Perancis) pada 50 SM, ia menemukan orang-orang yang berbicara dalam bahasa yang disebut Gaulish. Orang-orang Galia secara bertahap mengadopsi bahasa yang dipakai para prajurit Romawi. Bahasa ini, disebut vernakular (umum) Latin, berbeda dari bahasa Latin yang digunakan oleh orang-orang berpendidikan.

Gambar Bahasa Perancis

Orang Galia tidak belajar berbicara dalam bahasa Latin populer sebagaimana para tentara itu. Mereka mengubah kosakata berdasarkan bunyi yang terdengar dari kata-kata itu. Misalnya, orang Gaul mendengar penekanan suku kata bon dan ta dalam kata bonitatem (kebaikan) dan menyingkatnya menjadi bonta. Kata ini telah menjadi bonté dalam bahasa Perancis modern. Meskipun penutur bahasa Perancis menyingkat kata-kata Latin yang mereka gunakan, ejaan Perancis kadang-kadang mempertahankan ejaan Latin asli. Sebagai contoh, kata bahasa Inggris time dalam bahasa Latin adalah tempus, dan dalam bahasa Prancis dalah temps.

Hanya sekitar 350 kata Galia yang menjadi bagian dari bahasa Perancis modern. Suku Frank, yang menginvasi Gaul berulang kali dari tahun 200 hingga 400 M, mengganti nama Gaul menjadi Perancis. Mereka menyumbangkan sekitar 1.000 kosakata untuk bahasa Prancis. Viking Denmark, yang menduduki utara Prancis di tahun 800 M, menambahkan sekitar 90 kata. Sejumlah kata-kata Perancis juga datang dari Yunani. Dalam perkembangannya, tata bahasa Perancis banyak yang telah berubah.

Bahasa Perancis Lama

Pada tahun 700M, vernakular Latin telah berevolusi secara sempurna menjadi la langue romane, juga disebut Romance, sehingga hanya sedikit orang yang bisa membaca bahasa Latin tanpa kamus. Bahasa baru ini pertama kali muncul dalam bentuk tertulis dalam Oaths of Strasbourg, sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh dua keturunan raja Frank Charlemagne, di tahun 842 M.

Dimulai pada tahun 900 M, bahasa Romance berkembang di Perancis menjadi bahasa Perancis lama yang memiliki dua dialek berbeda, masing-masing dengan banyak dialek kecil. Langue d’oc berkembang di selatan, dan langue d’oïl berkembang di utara. Istilah-istilah ini berasal dari kata yes, yang menjadi oc di selatan dan oïl di utara. Dialek yang paling terkenal dari langue d’oc adalah Provençal, bahasa trobador. Sebuah dialek dari langue d’oïl yang diucapkan di daerah sekitar Paris menjadi bisa diterima di seluruh Perancis karena pengaruh politik ibukota.

Bahasa Perancis Modern

Selama Renaisans, periode dalam sejarah Eropa dari sekitar tahun 1300 hingga 1600, lebih banyak kata Yunani dan Latin yang ditambahkan ke dalam bahasa Prancis. Pada tahun 1500-an, orang-orang Perancis melakukan banyak hubungan dengan orang-orang Spanyol dan Italia dan mengadopsi sejumlah kata-kata dari bahasa Spanyol dan Italia.

Selama tahun 1600-an, para penulis dan cendekiawan mulai membakukan struktur bahasa Perancis. Académie française (Akademi Perancis) didirikan oleh negarawan Perancis, Kardinal Richelieu, pada tahun 1635. Para anggota organisasi intelektual ini menghasilkan kamus definitif bahasa Perancis. Hari ini, Académie terdiri atas 40 anggota seumur hidup yang bertemu secara rutin untuk membahas penggunaan standar bahasa Prancis. Mereka juga merevisi definisi dan mempersiapkan entri baru untuk kamus berikutnya.

Pada tahun 1784, penulis Perancis Antoine Rivarol dengan bangga menyatakan, “Ce qui n’est pas clair n’est pas français” (“Apa yang tidak jelas pasti bukan bahasa Perancis”). Hari ini, penutur bahasa Perancis menganggapnya sebagai salah satu bahasa yang paling tepat. Orang Perancis sendiri sering menyebut bahasa mereka sebagai “la langue de Molière” (bahasa Molière), dari nama penulis dan aktor besar Perancis, Molière (1622-1673). Molière adalah nama panggung Jean Baptiste Poquelin.

Komentar Anda