15 Fakta Unik Patung Kristus Sang Penebus di Brasil

Dalam perhelatan Piala Dunia 2014 lalu, Anda mungkin sempat melihat sosok patung raksasa di sekitar kompleks stadion Maracana. Patung itu adalah Christ the Redeemer atau Kristus Sang Penebus. Patung kolosal ini sekarang dianggap menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern, bersama dengan Tembok Besar China, Machu Picchu di Peru, Petra di Yordania, Piramida Chichén Itzá di Meksiko, Colosseum di Italia, dan Taj Mahal di India. Berikut fakta unik dan menarik tentang patung Christ the Redeemer atau Kristus Sang Penebus yang terletak di kota Rio de Janeiro, di Brasil.

Foto Kristus Sang Penebus di Brasil

1. Patung yang menjadi kebanggaan warga Brasil ini merupakan gagasan dari pendeta Vinsensian, Pedro Maria Boss, yang ingin membuat sebuah monumen di puncak Gunung Corcovado untuk menghormati Putri Isabel dari Brasil pada tahun 1850-an. Rencananya itu tak pernah menjadi nyata, karena Brasil segera menjadi republik. Baru kemudian di tahun 1921 ide itu dihidupkan kembali oleh Lingkaran Katolik Rio, dan dengan bantuan dari kontribusi publik, patung Kristus Sang Penebus akhirnya diresmikan pada tanggal 12 Oktober 1931.

2. Patung besar itu tingginya mencapai 30 meter, tidak termasuk alasnya yang setinggi 8 meter, dengan rentangan lengan selebar 28 meter. Patung ini tetap menjadi salah satu struktur Art Deco terbesar di dunia. Berat struktur ini diperkirakan sekitar 635 ton.

3. Monumen ini terbuat dari beton bertulang yang di bagian atasnya dilapisi mosaik ribuan soapstone berbentuk segitiga. Patung ini berdiri di atas alas batu persegi yang tingginya sekitar 8 meter. Seluruh bangunan ada di puncak Gunung Corcovado, bagian dari Taman Nasional Tijuca. Gunung Corcovado itu sendiri tingginya sekitar 710 meter di atas permukaan laut, yang memberikan kesan bahwa Kristus Sang Penebus memang melihat dari atas Rio.

4. Pada tahun 1882, Kaisar Dom Pedro II meresmikan jalur kereta api sepanjang 3.800 meter ke puncak gunung, yang saat ini masih beroperasi, dan merupakan cara yang paling populer untuk mencapai puncak.

5. Pada tahun 1921, Keuskupan Agung Katolik Roma Rio de Janeiro mengusulkan agar patung Kristus dibangun di puncak Gunung Corcovado. Karena lokasi dan ketinggiannya, monumen raksasa yang dibangun di sini akan terlihat dari sudut mana saja di Rio. Warga Katolik Brasil menyetujui ide itu dan menghimpun dana untuk membiayai seluruh proyek.

6. Batu pondasi dasar patung itu secara seremonial diletakkan pada 4 April 1922 -hari perayaan seratus tahun kemerdekaan Brazil dari Portugal.

7. Sebuah sayembara diumumkan untuk mencari desain yang bagus. Insinyur Brasil, Heitor da Silva Costa, dipilih berdasarkan sketsa tentang sosok Kristus memegang salib di tangan kanannya dan dunia di tangan kirinya. Desain ini diubah oleh seniman Brasil, Carlos Oswald, yang menyarankan pose berdiri dengan tangan merentang luas di mana Kristus sendiri menjadi salib, tangan terentang menandakan penebusan dosa umat manusia pada saat penyaliban. Pematung Perancis, Paul Landowski, dicatat namanya karena membuat kepala dan tangan sosok itu. Da Silva Costa membayangkan patung itu menghadap matahari terbit.

8. Pembangunan dimulai pada tahun 1926, dan butuh waktu lima tahun untuk menyelesaikannya. Batu yang digunakan dalam konstruksi ini berasal dari Swedia. Bahan-bahan tersebut dibawa ke puncak gunung dengan menggunakan kereta api. Total biaya yang dikeluarkan pada tahun 1931 adalah sekitar 250.000 dolar AS. Hari ini, jumlah itu setara dengan 3,2 juta dolar AS.

9. Pada tanggal 12 Oktober 1931, patung Kristus Sang Penebus akhirnya diperkenalkan kepada warga Rio dan seluruh dunia.

10. Patung Kristus ini telah mengalami beberapa upaya restorasi untuk melestarikan kemegahannya serta melindunginya dari cuaca.

Gambar Perbaikan Patung Kristus Sang Penebus

11. Patung ini disambar petir pada tanggal 10 Februari 2008, dalam peristiwa yang disebut sebagai salah satu badai abadi Rio. Hal ini mengakibatkan kerusakan pada jari, kepala, dan alis patung. Upaya restorasi dilakukan untuk mengganti lapisan soapstone luar dan penangkal petir juga dipasang di patung. Namun patung ini disambar petir sekali lagi pada tanggal 17 Januari 2014. Kali ini, jari tangan kanannya copot.

12. Tahun 2010 restorasi besar-besaran dilakukan. Patung ini dibersihkan, lapisan mortir dan soapstone diganti, struktur internal besi dipulihkan, dan seluruh monumen dibuat tahan air.

13. Tindakan vandalisme terjadi ketika sekelompok orang menyemprotkan lapisan cat di sepanjang lengan patung. Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes menyebut tindakan itu sebagai “kejahatan terhadap bangsa”. Para pelaku segera ditangkap dan diharuskan meminta maaf.

14. Pada tahun 2003, eskalator, jalan setapak, dan lift dipasang, memberi kemudahan bagi orang tua maupun orang lemah untuk mengakses monumen ini.

Gambar Patung Kristus Berbendera Jerman

15. Dalam even-even tertentu, patung ini akan disinari berbagai macam cahaya berwarna-warni, seperti warna ungu pada hari ibu, pink pada momen kegiatan amal kanker payudara, atau biru pada hari kesadaran autisme. Juga pada Piala Dunia lalu, Patung ini disorot warna bendera tim pemenang, yang pada waktu itu diraih Jerman.

Komentar Anda