5 Komposer Musik Terbaik Austria Sepanjang Masa

Untuk negara dengan penduduk kurang dari 9 juta orang, Austria memiliki sejarah musik terkenal yang telah melahirkan banyak komposer besar. Para jenius Austria seperti Mozart dan Strauss mengabadikan diri mereka melalui media musik klasik, sehingga nama mereka masih diakui oleh masyarakat dan pemusik dari semua genre. Berikut ini adalah biografi dari lima komponis Austria yang paling terkenal.

Franz Joseph Haydn (1732-1809)

Foto Franz Joseph Haydn

Dijuluki sebagai “Bapak Simfoni”, Joseph Haydn dilahirkan dalam sebuah keluarga kelas menengah di Rohrau, Austria. Ayahnya adalah seorang pemain harpa, dan keluarganya menghabiskan banyak waktu untuk menikmati musik dan bernyanyi bersama teman-teman. Pada usia enam tahun, ayah Haydn melihat bakat Haydn dalam bidang musik dan mengirimnya untuk belajar seni di Hamburg. Haydn kecil belajar piano dan biola sebelum pindah ke Wina untuk menjadi anggota paduan suara. Namun, setelah ia tumbuh dewasa, Haydn terlempar ke jalanan yang menjadikannya sebagai seorang musisi.

Haydn cepat mengubah kesulitan menjadi kesuksesan, dan akhirnya menghabiskan sebagian besar masa dewasanya hidup dengan keluarga aristokrat tertutup dan sangat kaya yang memperhatikan kemampuan bermusiknya. Kesendirian memberikan Haydn kualitas orisinalitas dalam karyanya, dan tiga dekade kemudian, ketika ia meninggalkan rumah terpencilnya untuk melakukan tur Eropa, karyanya menjadi sangat populer. Di kemudian hari, Haydn menghabiskan empat tahun masa hidupnya untuk membagi ilmunya kepada Beethoven muda. Dia juga bermain bersama dengan teman mudanya, Mozart.

Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791)

Foto Wolfgang Amadeus Mozart

Dianggap sebagai komposer Austria paling terkenal, Wolfgang Amadeus Mozart adalah seorang anak “ajaib” yang mampu bermain biola dan keyboard sejak usia lima tahun. Ayah Mozart, Leopold, yang telah mengajarinya bermain clavier, juga menjadi gurunya dalam berbagai pelajaran.

Mozart lahir di Salzburg, di mana ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai musisi pengadilan. Dia menulis banyak karya terbaiknya di Wina, yang ia tinggali sejak usia 25 tahun. Meskipun opera dan konsertonya sukses, Mozart mengalami kesulitan keuangan di sebagian besar hidupnya. Pasalnya, di usia 30-an Mozart menjadi miskin ketika aristokrasi mulai menggunakan uang mereka untuk mendanai perang melawan Turki Ottoman. Akibatnya, Mozart terpaksa pindah ke tempat yang lebih murah dan menjadi depresi.

Pada tahun terakhirnya, Mozart mulai pulih secara mental dan finansial. Namun, ia menderita demam dan meninggal pada tahun 1791. Upacara pemakaman dan kuburan Mozart yang sederhana tidak mencerminkan reputasinya di kemudian hari. Meski Mozart hanya hidup selama 35 tahun, dia telah menciptakan lebih dari 600 karya dan setelah kematiannya, popularitasnya terus-menerus tumbuh hingga kini ia disebut sebagai salah satu legenda musik klasik.

Franz Schubert (1797-1828)

Foto Franz Schubert

Franz Schubert lahir di Wina, dan seperti Mozart, karyanya tidak sepenuhnya dihargai sampai setelah kematiannya. Ayahnya, Theodor, mengajarinya dasar-dasar piano dan biola, dan Schubert muda juga dibantu oleh saudara-saudaranya yang lebih tua dan teman-teman yang memberinya akses pada alat musik. Ia menciptakan karya pertamanya untuk kuartet gesek keluarganya, di mana ia memainkan biola bersama ayahnya dan saudara-saudaranya.

Ketika berumur 11 tahun, Schubert menerima beasiswa sebagai anggota paduan suara dan akhirnya mencuri perhatian komposer besar Italia, Antonio Salieri, yang menjadi mentornya. Pada usia 15 tahun, Schubert memimpin sebuah orkestra dan menyusun lagu ambisius.

Schubert menghabiskan awal masa dewasanya sebagai guru musik, meskipun ia terus menerima instruksi dari Salieri. Lingkaran dekat teman-teman dan pengagumnya dipecah belah oleh polisi Austria yang paranoid pada tahun 1820, dan Schubert berbalik untuk menulis karya yang lebih umum. Pada awalnya ia berjuang menulis sejumlah opera dan drama yang gagal, meskipun ia akhirnya memperoleh sedikit ketenaran di tahun-tahun berikutnya.

Schubert tertular sifilis pada tahun 1823, dan ini menyebabkan kesehatannya menurun secara bertahap. Meskipun selama 5 tahun ke depan Schubert menulis beberapa karya terbesarnya, ia meninggal dunia pada tahun 1828 karena sifilis tersier atau keracunan merkuri (pengobatan umum untuk penyakit ini). Dia meminta untuk mendengarkan Beethoven di ranjang kematiannya, dan ia dikuburkan di samping idolanya itu.

Johann Strauss II (1825-1899)

Foto Johann Strauss II

Johann Strauss II adalah anak dari komposer besar, Johann Strauss I. Dua saudaranya juga menjadi komposer kecil yang membentuk keluarga Strauss sebagai pengaruh besar musik klasik pada abad ke-19. Ayah Strauss II menginginkannya untuk menjadi seorang bankir, dan ketika ia melihat anaknya diam-diam bermain biola, ia memukul anak itu. Tampaknya sang ayah ingin dia menghindari kehidupan sulit yang sering dialami oleh komponis pada zaman tersebut.

Ketika ayahnya meninggalkan rumah dengan seorang gundik, Strauss diizinkan untuk berlatih musik secara penuh. Dia belajar prinsip-prinsip komposisi di sekolah dan membentuk orkestra sendiri. Namun, ayah Strauss terus menentang karirnya dengan meminta tempat-tempat lokal untuk menolak izin pertunjukannya. Ketika Strauss berusia 19 tahun tahun, ia tampil pertama kali di Dommayer Casino, dan ayahnya menolak untuk tampil di sana lagi. Namun, penerimaan musik Strauss junior ternyata cukup baik, dan ia menerima beberapa tawaran untuk tampil lagi.

Meskipun memihak kaum revolusioner yang melawan monarki, dan meskipun ayahnya terus berupaya menghancurkan karirnya, kecemerlangan Strauss tak tertahankan. Ketenarannya melampaui ayahnya, meskipun tuntutan karir menyebabkan dirinya menderita gangguan saraf pada tahun 1853. Ia sembuh dan melakukan tur Rusia dan Amerika Serikat. Dia juga dikagumi Wagner dan Brahms atas karyanya Blue Danube Waltz. Strauss meninggal karena pneumonia di usia 73 tahun.

Gustav Mahler (1860-1911)

Foto Gustav Mahler

Gustav Mahler lahir di Kaliste di Kekaisaran Austria, meskipun kota ini sekarang menjadi bagian dari Republik Ceko. Ia berasal dari keluarga Yahudi yang relatif miskin. Ia menemukan piano neneknya pada usia empat tahun dan tidak pernah lepas darinya. Pada usia 10 tahun, Mahler tampil di teater lokal, dan pada 15 tahun, ia diterima di sebuah sekolah musik bergengsi di Wina. Sebagian besar karyanya dari era ini dihancurkan oleh tangannya sendiri. Meskipun kualitasnya bagus, ia tampak malu dengan sesuatu yang ia anggap ketidaksempurnaan dalam karyanya.

Mahler belajar filsafat dan sastra di universitas, meskipun ia melanjutkan studi musiknya. Dia mengambil berbagai pekerjaan konduktor dan mengajar di beberapa dekade mendatang. Mahler mendapat respon moderat dari para kritikus selama hidupnya, meskipun popularitasnya meningkat seiring bertambahnya usia. Dia juga berkontribusi untuk musik klasik era modern. Karena darah Yahudinya, karyanya dilarang oleh Nazi, meskipun kemudian karya-karya itu menuai kebangkitan besar setelah perang dan masih sangat populer hingga sekarang.

Komentar Anda