Siapa Penemu Kartu Kuning dalam Sepak Bola?

Kartu kuning atau yellow card adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Dikeluarkannya kartu kuning dari saku wasit bisa membuat banyak perubahan dalam sebuah pertandingan. FIFA sudah menyatakan bahwa kartu hukuman ini akan diberikan pada pemain yang melakukan pelanggaran keras, diving, mengeluarkan kata-kata atau gesture yang tidak pantas, melanggar aturan pertandingan, mengulur-ulur waktu, dan sebagainya. Dua kartu kuning berarti kartu merah, alias harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan usai. Lantas, siapa penemu kartu kuning pertama?

Inggris vs Argentina, 1966
Inggris vs Argentina, 1966

FIFA membuat dokumentasi mengenai hal ini. Kartu kuning diciptakan oleh Ken Aston (1915-2001), seorang wasit yang paling tegas dan dihormati semasa bertugas, dan sempat pula duduk di komite perwasitan FIFA dari tahun 1966 hingga 1972.

Ceritanya, pada tahun 1966, dalam sebuah pertandingan Piala Dunia antara Argentina melawan Inggris di Wembley Stadium, Aston menyaksikan banyak keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit asal Jerman. Beberapa pemain Argentina yang tidak puas mencoba untuk mendesak masuk ke ruang ganti pemain Inggris. Dalam satu kesempatan di pertandingan itu, seorang pemain Argentina, Antonio Rattin, mencoba memprotes wasit. Wasit akhirnya mengusir sang pemain karena dianggap keterlaluan. Namun Rattin menolak untuk meninggalkan lapangan sampai Aston mengintervensi pertandingan.

Ketika pulang dengan mengendarai mobil, Aston berhenti di lampu merah. Di situlah inspirasi datang dari lampu merah. Sambil memandangi lampu-lampu itu Aston berpikir, “lampu kuning: siap-siap, lampu merah: kamu harus berhenti”. Konsep warna inilah yang lantas mengilhami Aston untuk menciptakan kartu kuning sebagai kartu peringatan yang juga digunakan dalam beberapa olahraga lain, seperti anggar, hoki, voli, dan polo air. Sebagai implementasinya, kartu kuning dan kartu merah mulai dipergunakan dalam Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Komentar Anda