Fakta dan Mitos Kesehatan Mengenai Air

“Minumlah banyak air” adalah saran umum seputar diet dan kesehatan yang hampir tidak perlu dikatakan lagi. Tapi apakah manfaat kesehatan air benar-benar seperti apa yang dikatakan banyak orang? Penelitian terbaru mengungkap beberapa mitos tentang air yang mungkin mengejutkan Anda.

Minum Air

Mitos: Anda perlu minum 8 gelas air sehari

Jumlah air yang Anda butuhkan setiap hari tergantung pada diet, ukuran tubuh, dan chemistry tubuh Anda. Dari mana saran tentang “minumlah 8 gelas air sehari” berasal, tidak bisa diketahui dengan pasti, menurut sebuah makalah di Journal of the American Society of Nephrology. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat menggunakan rasa haus sebagai panduan . Namun perlu diingat bahwa olahraga bisa menumpulkan mekanisme rasa haus Anda, menurut Lesli Bonci, RD, direktur nutrisi olahraga di University of Pittsburgh Medical Center, kepada majalah Women’s Health. Dia merekomendasikan untuk minum 600 ml air sebelum Anda bekerja untuk menghindari dehidrasi.

Fakta: Air dapat membantu menurunkan berat badan (tapi hanya sedikit)

Minum air sebelum makan dapat membuat nafsu makan Anda sedikit berkurang, yang artinya dapat berperan dalam penurunan berat badan (meskipun hanya sedikit). Peneliti Virginia Tech menemukan bahwa seseorang akan mengonsumsi 75 sampai 90 kalori lebih sedikit ketika mereka minum dua cangkir air tepat sebelum makan. Dalam studi lain, pelaku diet yang minum air sebelum makan tiga kali sehari kehilangan sekitar 7 kg setelah 12 minggu; sedang mereka yang tidak meningkatkan asupan airnya hanya turun sekitar 4 kilogram. Mengganti minuman manis dengan air putih juga merupakan cara terbaik untuk merampingkan pinggang.

Mitos: Air akan membuat kulit lebih indah

Sayangnya tak semudah itu cara untuk memperindah kulit. Kecuali Anda sedang menderita dehidrasi parah, minum banyak air tidak akan mempengaruhi kulit Anda. “Jika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda akan menarik air dari kulit Anda untuk mempertahankan konsentrasinya dalam darah,” menurut Richard Besser, MD pada ABCNews.com. Proses ini dapat membuat mata terlihat cekung dan kulit nampak lebih kering dan tua. Meskipun sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bahwa minum sekitar 475 ml air akan meningkatkan aliran darah ke kulit, tidak jelas apakah perubahan ini akan bermanfaat untuk meningkatkan keindahan kulit.

Mitos: Air membantu meringankan sembelit

Kekurangan cairan sering dianggap sebagai faktor yang memperlambat pencernaan, tetapi bukti menunjukkan bahwa minum lebih banyak air hanya akan membantu melancarkan pencernaan pada orang yang sangat dehidrasi, menurut sebuah makalah tahun 2010 dalam jurnal Nutrition Review. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan air sebesar 50 persen tidak memiliki efek apapun dalam kelompok anak-anak yang menderita sembelit kronis, misalnya. Fakta yang lebih bisa diterima adalah bahwa orang-orang yang kurang mendapat asupan cairan memiliki risiko yang lebih besar menderita sembelit.

Fakta: Air bisa mengatasi kelelahan

Jika Anda membutuhkan sesuatu untuk melawan rasa capek, cobalah ambil segelas air putih sebelum Anda mencari camilan lain. Dalam studi Journal of Nutrition tahun 2012, wanita akan kesulitan melaksanakan tugas sehari-hari, susah berkonsentrasi, cepat lelah, dan mudah marah ketika mereka agak dehidrasi.

Mitos: Air membantu proses detoksifikasi (pengurangan racun dalam tubuh)

Jika minum lebih banyak air dianggap membantu proses detoksifikasi, hal ini disebabkan adanya peningkatan fungsi ginjal, sehingga proses pembersihan tubuh bisa terjadi. Tapi klaim umum ini tidak benar-benar sesuai dengan pemahaman sains. “Faktanya, minum air dalam jumlah besar ternyata malah cenderung mengurangi kemampuan ginjal untuk berfungsi sebagai filter,” kata Stanley Goldfarb, MD, ahli ginjal dari University of Pennsylvaniapada NPR.

Komentar Anda