Mempelajari Seluk Beluk Kehidupan Alga

Banyak orang menganggap alga (dulu disebut ganggang) sebagai “tanaman air.” Contoh familiarnya adalah rumput laut dan “sampah” tambak. Alga juga mencakup organisme laut kecil yang disebut fitoplankton, yang membentuk dasar dari rantai makanan laut.  Kebanyakan alga seperti tanaman yang dapat melakukan fotosintesis. Tapi alga bukanlah tanaman sejati.

Gambar Alga

Selama berabad-abad, para ilmuwan memasukkan alga dalam kerajaan tumbuhan. Namun ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan bahwa alga dan tanaman sangat berbeda. Pada dasarnya, tanaman beradaptasi untuk hidup di darat. Dinding sel mereka terbuat dari selulosa, dan pigmen utamanya adalah klorofil. Alga tetap di dalam air. Dinding selnya mengandung berbagai senyawa, dan sel-selnya mengandung pigmen yang tidak ada pada tanaman. Secara khusus, pigmen ini menangkap cahaya yang menembus air.

Cara alga bereproduksi juga berbeda dari kebanyakan tanaman. Sebagian besar alga memiliki sel kelamin seperti binatang. Makhluk ini berenang melalui air dengan ekor seperti cambuk yang disebut flagella.  Karena alasan ini dan lainnya, ilmuwan modern menempatkan alga dalam kerajaan Protista. Protista lainnya antara lain jamur lendir dan protozoa. Seperti alga, organisme ini memiliki ciri-ciri hewan dan tumbuhan.

Ukuran alga bervariasi, dari mikroskopis hingga raksasa. Yang terkecil misalnya fitoplankton bersel satu. Sedangkan yang terbesar adalah rumput laut laut yang bisa memiliki panjang sekitar 60 meter. Kebanyakan alga hanya mengambang di air. Ini disebut alga plankton. Alga bentik (atau benthos) memiliki jangkar sendiri, tetapi jangkar ini bukanlah akar sejati. Mereka tidak menyerap nutrisi. Alga neustonik tumbuh di permukaan air.
Alga termofilik menyukai panas, beberapa darinya hidup di air panas. Lainnya bertahan di perairan super panas di sekitar ventilasi laut dalam. Alga cryofilik menyukai dingin dan tumbuh di salju dan es.  Alga epidafik hidup di tanah basah. Alga epizoik tumbuh pada hewan yang menjadi makanan hewan kukang pohon. Alga epifit tumbuh pada tanaman. Beberapa alga bahkan hidup di dalam batu.

Seperti semua kehidupan tingkat tinggi, sel-sel alga mengandung struktur yang kompleks, meliputi inti sel dan mitokondria. Seperti tanaman, alga menjaga pigmennya dalam struktur sel yang disebut kloroplas. Sel-sel alga cenderung memiliki dinding sel yang kaku. Beberapa mengandung selulosa dan kitin, lainnya mengandung gula yang disebut polisakarida.

Alga bersel satu memiliki berbagai bentuk yang menakjubkan. Diatom, khususnya, dikenal sebagai “permata dari laut.” Dinding selnya yang rumit terdiri atas lapisan silika. Alga emas dan dinoflagellata memiliki bentuk kerangka seperti bintang, kipas, dan kotak. Euglena memiliki tubuh hijau, berbentuk kendi yang berdenyut. Beberapa sel alga berenang dan berputar. Beberapa bahkan memiliki titik mata yang beroperasi seperti mata primitif. Tapi semua fitur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.

Alga bereproduksi dengan banyak cara. Yang paling sederhana adalah duplikasi gen dan membaginya menjadi dua. Sebaliknya, alga merah menghasilkan beberapa jenis spora dan sel kelamin. Siklus hidup mereka adalah salah satu yang paling kompleks di muka bumi. Seperti tanaman, kebanyakan alga dapat menghasilkan individu baru dari fragmen.

Banyak alga menghasilkan sel-sel kelamin seperti binatang. Sel-sel jantan berenang melalui air. Telur yang sudah dibuahi sering terbungkus dalam spora kuat yang dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Ketika mereka menghadapi kondisi yang tepat (cahaya, kehangatan, nutrisi), mereka mulai tumbuh. Banyak alga juga membentuk spora aseksual.

Komentar Anda