Perbedaan Drama Korea dan Drama Jepang

Baik di Korea Selatan maupun Jepang, drama memiliki segmen yang luas dalam acara televisi. Serial drama cenderung memiliki episode terbatas, antara 12 sampai 16 episode sebelum digantikan oleh sebuah drama baru. Jarang ada drama yang berjalan selama beberapa musim, kecuali drama tersebut sangat baik untuk dibuatkan sekuel. Meski memiliki kesamaan dasar, ada beberapa perbedaan penting antara drama Korea dan Jepang.

Drama Korea

1. Berkat drama Korea berjudul Winter Love Song atau lebih dikenal dengan Winter Sonata, budaya dan drama Korea menjadi populer di Jepang pada awal tahun 2004, hingga orang-orang Jepang menghabiskan dua milyar dolar AS untuk membeli merchandise Winter Sonata. Negara-negara Asia lainnya lantas mengikuti tren yang terjadi di Jepang ini. Korea menyebut fenomena ini dengan “Hallyu” atau “Korean Wave” di seluruh Asia.

Di sisi lain, drama Jepang juga telah diekspor ke Korea dan negara-negara Asia lainnya. Namun, biaya lisensi untuk drama Korea di negara-negara lain rata-rata hanya 1.000 dolar AS per episode, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya untuk lisensi drama Jepang sebesar 15.000 sampai 20.000 dolar AS per episode. Perbedaan biaya yang besar ini membuat drama Korea bisa ditayangkan di lebih banyak negara dibandingkan drama Jepang.

2. Meskipun ada drama Jepang yang berlatar belakang kisah sejarah, Anda akan menemukan lebih banyak drama Korea yang memiliki setting sejarah. Hal ini sebagian besar merupakan hasil dari kombinasi kebanggaan Korea akan sejarah mereka dan keinginan untuk mendidik negara-negara Asia lainnya tentang sejarah Korea.

3. Genre percintaan sering muncul baik dalam drama Korea maupun drama Jepang. Namun ada perbedaan di antara keduanya. Drama Korea seperti Winter Sonata meraih kepopuleran di kalangan penonton Jepang karena jenis kisah “cinta pada pandangan pertama” dan “cinta di atas segalanya” dalam drama Korea lebih tradisional, yang dalam budaya Jepang umumnya dianggap sebagai jenis kisah pra-Perang Dunia II. Di Jepang, drama yang menggambarkan seorang wanita karir independen yang memadukan intrik cinta dan kekuasaan lebih umum ditemukan.

4. Bila drama Korea menunjukkan modernisme dan drama Jepang menunjukkan sedikit tradisionalisme, ketika membandingkan dua drama tersebut Anda akan melihat bahwa sebenarnya drama Korea cenderung lebih tradisional dan drama Jepang cenderung lebih modern.

Salah satu contoh adalah gagasan perjodohan, sebuah konsep yang masih ada dalam budaya Korea dan Jepang. Kisah perjodohan lebih sering dipotret dalam drama Korea -baik sebagai hambatan yang harus diatasi ataupun cara untuk menemukan cinta sejati- ketimbang dalam drama Jepang, di mana penggambaran wanita independen telah meningkat sejak era 80-an.

Komentar Anda