Kehidupan Wanita pada Zaman Romawi Kuno

Pria mendominasi kehidupan publik di Romawi; tidak ada jenderal, senator, atau konsul perempuan. Perempuan dianggap tidak layak untuk terlibat di dunia militer atau berbicara di depan umum. Namun demikian, beberapa wanita berpangkat tinggi, seperti istri senator atau istri atau ibu kaisar, memiliki pengaruh besar. Istri Kaisar Augustus, Livia Drusilla, yang hidup dari tahun 58 SM untuk 29 M, memberi saran pada suaminya berkaitan dengan urusan kekaisaran dan ia sangat berambisi mewujudukan tekadnya untuk mendapatkan tahta bagi Tiberius, anaknya dari pernikahan sebelumnya.

wanita romawi kuno

Wanita sebagian besar diharapkan untuk menjadi istri dan ibu untuk mengurusi rumah tangga. Selama pemerintahan Republik Romawi, seorang wanita menjadi milik suaminya ketika ia menikah. Namun, pada akhir pemerintahan Republik Romawi, praktek ini telah berakhir, dan seorang wanita yang sudah menikah biasanya berhak memiliki hak-hak hukum maupun harta benda yang ia miliki sebelum menikah.

Tugas domestik kaum wanita meliputi mengurusi rumah tangga, merawat anak-anak, serta memintal dan menenun untuk membuat pakaian bagi keluarganya. Beberapa wanita, terutama dari kelas bawah, memiliki pekerjaan di luar rumah. Perempuan bekerja sebagai bidan, penjaga toko dan pedagang pasar, serta pengrajin; beberapa wanita bekerja di sektor pertanian. Ada juga banyak budak perempuan.

Vesta, dewi rumah tangga, memiliki posisi yang penting dalam kehidupan orang Romawi. Simbol Vesta adalah api di perapian dan setiap rumah mempunyai sebuah kuil kecil untuk memujanya. Vesta juga merupakan pelindung kota Roma, dan kuilnya memiliki lebih banyak pendeta wanita ketimbang pendeta pria. Wanita Romawi menganggap hal itu sebagai kehormatan besar untuk dipilih sebagai salah satu dari enam pendeta wanita, yang dikenal sebagai Perawan Vestal (Vestal Virgins). Perawan Vestal seringkali memiliki kekuasaan dan pengaruh dalam kehidupan politik Romawi. Namun mereka diminta untuk mengabdi selama 30 tahun, dan selama waktu itu mereka tidak boleh menikah.

Julia Agrippina (1559 M)

Julia Agrippina  adalah salah satu wanita paling berpengaruh dalam kekaisaran Romawi. Ia adalah adik dari Kaisar Caligula. Ia menikah dengan pamannya, Kaisar Claudius, pada tahun 49 M dan merupakan ibu dari penerus Claudius, Nero (anak Agrippina dari pernikahan sebelumnya). Secara luas orang-orang Romawi meyakini  bahwa Agrippina meracuni Claudius untuk mendapatkan tahta bagi anaknya yang masih berusia 16 tahun.

Agrippina adalah seorang tokoh yang kuat di tahun pertama pemerintahan Nero, tetapi saat kekuatan Nero tumbuh, ia mulai membenci kekuasaan ibunya. Atas perintahnya, ibunya itu dibunuh di rumah dinasnya pada tahun 59 M. Potret Agrippina muncul di koin perunggu yang dibuat pada tahun 56 M, tiga tahun sebelum kematiannya.

Komentar Anda