Fakta Tentang Kehidupan di Denmark

Kopenhagen, ibukota Denmark, merupakan kota terbesar di negara itu yang mencakup daerah pedesaan serta pusat kota. Sekitar seperlima dari seluruh penduduk Denmark tinggal di Kopenhagen atau sekitarnya.

Bangsa Dane membentuk sekitar 90 persen dari populasi Denmark. Bangsa Dane terkait erat dengan bangsa Norwegia dan Swedia. Orang-orang keturunan Jerman tinggal di Jutland selatan, di sepanjang perbatasan Denmark dengan Jerman. Denmark memiliki etnis minoritas dari berbagai negara, seperti Bosnia-Herzegovina, Irak, Lebanon, Polandia, Somalia, dan Turki.

Orang Denmark

Bahasa Denmark adalah bahasa resmi negara Denmark, yang berkaitan erat dengan bahasa Norwegia dan Swedia. Dialek daerah berlimpah, terutama di wilayah Jutland utara dan pulau Bornholm. Bahasa Jerman dituturkan oleh etnis minoritas Jerman. Hampir semua orang Denmark dewasa juga berbahasa Inggris.

Kota-kota utama seperti Kopenhagen, Århus, Odense, dan Ålborg memiliki kombinasi mencolok dari struktur abad pertengahan, seperti kastil dan katedral, serta bangunan kantor dan rumah modern. Standar tinggi kesejahteraan hidup dan pelayanan sosial yang luas di Denmark memastikan hampir tidak ada kota-kota buruk atau perumahan kumuh di bawah standar. Sebagian besar penduduk kota tinggal di gedung-gedung apartemen. Banyak warga pinggiran kota tinggal di rumah keluarga tunggal. Industri jasa mempekerjakan sebagian besar orang di daerah perkotaan.

Kota Denmark dilayani oleh jaringan transportasi umum yang luas. Kereta api modern mengangkut orang dari pinggiran kota ke pusat-pusat kota. Kereta api juga menghubungkan satu kota dengan kota lainnya. Sepeda, bus, dan mobil menjadi sarana transportasi utama dalam kota. Pertumbuhan penduduk perkotaan dan peningkatan jumlah mobil dan truk telah menyebabkan masalah kemacetan lalu lintas dan polusi, terutama di Kopenhagen. Namun polusi industri telah menurun karena banyak pabrik urban yang dulunya memakai batu bara untuk membangkitkan listrik kini bergantung pada gas alam.

Meskipun kota-kota mendominasi kehidupan ekonomi dan sosial Denmark, banyaknya pertanian dan pedesaan di negara ini menunjukkan pentingnya pertanian. Pertanian Denmark tidak terlalu besar, dan sebagian besar dimiliki dan dioperasikan oleh orang-orang yang tinggal di sana. Sebagian besar penduduk pedesaan Denmark tinggal di rumah keluarga tunggal modern.

Kebanyakan orang Denmark makan empat kali sehari -sarapan, makan siang, makan malam, dan makan malam penutup. Sarapan biasanya terdiri atas sereal, keju, atau telur. Makan malam, yang mencakup ikan atau daging, biasanya merupakan satu-satunya makanan hangat. Makan malam tradisional favorit Denmark terdiri atas panggang bebek yang diisi dengan apel dan plum, disajikan dengan kubis merah dan kentang rebus.

Makanan utama Denmark lainnya terdiri atas sandwich terbuka yang disebut smørrebrød. Satu sandwich bisa bertumpuk-tumpuk membentuk piramida yang tersusun dari sekitar 20 udang kecil di atas roti tipis. Orang Denmark sering menyiapkan sepiring smørrebrød hampir sebagai karya seni, dengan banyak sandwich menarik lainnya.

Denmark terkenal dengan roti manis yang sering disebut Danish pastries. Orang Denmark juga menggemari coffeecake berisi yang disebut kringle. Makanan penutup khas yang dimakan oleh orang Denmark antara lain puding berry dan puding beras.

Orang-orang Denmark biasanya minum kopi saat sarapan dan selama istirahat pagi dan sore. Banyak orang Denmark juga minum bir menemani saat makan. Pada acara-acara khusus, mereka juga minum aquavit, minuman keras yang kuat yang sedikit dibumbui dengan jintan.

Sebagian besar orang Denmark menganut agama Gereja Lutheran Evangelis, gereja resmi Denmark. Raja diwajibkan oleh hukum untuk memeluk agama gereja, tetapi masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk beragama. Gereja ini didukung sebagian besar oleh pajak nasional yang dibayar hanya oleh anggotanya. Gereja Lutheran Evangelis tidak memiliki pemimpin spiritual tertinggi. Sepuluh uskup mengelola urusan gereja. Parlemen Denmark memiliki kontrol atas gereja tetapi tidak ikut campur dalam praktik keagamaannya. Kelompok agama lainnya meliputi Protestan, Yahudi, Muslim, dan Katolik Roma.

Hampir semua orang Denmark dewasa dapat membaca dan menulis. Hukum Denmark mengharuskan anak-anak untuk bersekolah selama 10 tahun. Kebanyakan anak duduk di sekolah umum yang disebut Folkeskole. Di Folkeskole, anak-anak menyelesaikan pendidikan wajib mereka, yang berlangsung dari prasekolah hingga kelas 9, dan memiliki pilihan untuk melanjutkan ke kelas 10. Siswa dapat memilih untuk melanjutkan pendidikan menengah atas selama 2 atau 3 tahun. Pendidikan menengah atas menyediakan program akademik bagi mereka yang berencana untuk berkuliah. Jenjang ini juga memiliki kursus kejuruan. Denmark memiliki beberapa universitas. The University of Kopenhagen adalah yang tertua dan terbesar yang didirikan pada tahun 1479. Perguruan tinggi lainnya terdapat di Ålborg, Århus, Odense, dan Roskilde.

Sekolah menengah atas rakyat yang terkenal beroperasi secara terpisah dari sistem pendidikan negeri. Sekolah-sekolah ini merupakan sekolah swasta tetapi juga didukung oleh dana pemerintah. Sekolah-sekolah ini menawarkan kursus dalam berbagai mata pelajaran, seperti sejarah, sastra, dan seni. Programnya berlangsung sampai delapan bulan dan siswa tinggal di dalam sekolah. Sekolah pertama didirikan pada pertengahan tahun 1800-an untuk membantu petani muda berperan serta lebih aktif dalam kehidupan politik dan sosial Denmark. Saat ini, sekolah ini juga menarik banyak pemuda dari kota-kota.

Komentar Anda