Kerajaan Mesir Tengah, Sekitar 1975 Hingga 1640 SM

Amenemhet III
Amenemhet III

Antara akhir Kerajaan Mesir Tua dan awal Kerajaan Mesir Tengah adalah Periode Menengah Pertama. Selama waktu ini, wilayah Mesir kuno tidak bersatu di bawah satu raja. Penguasa lokal, nomarch, menjadi penguasa yang paling penting. Akhirnya, para penguasa lokal ini mulai memperebutkan kekuasaan. Dua situs, Herakleopolis Magna di utara dan Thebes di selatan, menjadi pusat utama kekuasaan.

Pada sekitar tahun 1975 SM, di bagian akhir dari Dinasti XI, Mesir bersatu lagi di bawah penguasa Mentuhotep. Dalam Dinasti XII, serangkaian penguasa yang kuat saling berebut kekuasaan. Yang pertama adalah Amenemhet I, yang mendirikan ibu kota baru di dekat Memphis. Reunifikasi Mesir sebagai sebuah kerajaan tunggal menandai dimulainya periode besar kedua dalam sejarah Mesir kuno, yang dikenal sebagai Kerajaan Mesir Tengah.

Para penguasa Dinasti XII membuat pertahanan Mesir kuat. Raja Senusret III membangun serangkaian benteng bata-lumpur di sepanjang wilayah selatan Sungai Nil untuk melindungi diri dari suku Nubia dan mengontrol perdagangan.

Para penguasa baru ini memaksakan kekuasaan mereka pada nomarch yang telah tumbuh begitu kuat. Nomarch biasanya ditunjuk oleh raja, namun selama periode interim posisi nomarch telah menjadi turun temurun. Nomarch mulai membangun kuburan mereka sendiri dan mengangkat imam mereka sendiri untuk menjaga kultus mereka. Nomarch pada dasarnya telah menjadi raja atas wilayah mereka.

Berdasarkan perubahan dari Kerajaan Mesir Tengah, para nomarch dipaksa untuk membayar pajak berat dan menyediakan pasukan untuk tentara Mesir. Raja-raja dari Kerajaan Mesir Tengah mentutup pengadilan nomarch dan mengambil sebagian besar hak-hak mereka. Posisi nomarch kehilangan status turun-temurunnya, serta penguasa lokal lagi-lagi ditunjuk oleh raja.

Penguasa Kerajaan Mesir Tengah membuat Mesir lebih makmur dan kaya. Mereka menaklukkan Nubia dan membuka kembali hubungan dagang dengan Palestina dan Suriah. Raja Amenemhet III mengeringkan rawa-rawa di wilayah Fayyum untuk menciptakan lahan baru untuk pertanian. Raja lainnya memperbesar kuil besar untuk dewa Amun di Karnak.

Pada sekitar 1756 SM, Dinasti XII diteruskan oleh Dinasti XIII dan XIV. Sekali lagi, raja-raja Mesir mulai kehilangan kekuasaan atas wilayah mereka. Pemukim dari Asia barat daya -kemungkinan dari daerah yang sekarang menjadi Israel, Palestina, dan Lebanon- telah bergerak ke wilayah Delta di seluruh Kerajaan Mesir Tengah. Orang-orang ini, yang oleh orang Mesir disebut Hyksos, membawa serta kereta, senjata dan teknologi baru lainnya. Sekitar 1630 SM, Hyksos berhasil merebut kekuasaan dan Kerajaan Mesir Tengah berakhir.

Komentar Anda