Kerajaan Mesir Baru – Sekitar 1539 Sampai 1075 SM

AkhenatenPeriode dari sekitar tahun 1640 SM hingga sekitar 1539 SM dikenal sebagai Periode Menengah Kedua. Selama periode ini, Hyksos memerintah bagian utara Lembah Nil. Pada sekitar 1600 SM, raja-raja Mesir Hulu memulai perang kemerdekaan melawan Hyksos. Setelah perjuangan panjang, mereka berhasil mengusir Hyksos ke luar kerajaan.

Pemimpin raja-raja Mesir Hulu, Ahmose I, menjadi raja pertama dari Dinasti XVIII pada sekitar 1539 SM. Ini adalah awal dari periode ketiga dan terbesar Mesir kuno, yang oleh sejarawan disebut sebagai Kerajaan Baru. Masa ini berlangsung selama sekitar 500 tahun. Selama periode ini, Mesir tumbuh menjadi salah satu kekuatan terkuat di dunia kuno.

Para penguasa dinasti baru ini membangun sebuah tentara permanen, dengan menggunakan kereta dan peralatan militer lainnya yang diadopsi dari Hyksos. Orang-orang Mesir menaklukkan daerah-daerah yang kelak akan dikenal sebagai Palestina dan Suriah, memperluas perbatasan Mesir ke Sungai Orontes di timur laut. Di selatan, Nubia menjadi salah satu provinsi Mesir. Kekayaan dari daerah tersebut diangkut ke Mesir dan digunakan untuk menghiasi kuil, makam, dan istana baru yang megah.

Selama berabad-abad, sebagian besar rakyat Mesir menyembah Amun sebagai dewa yang paling penting dari semua dewa. Tapi pada tahun 1353 SM, Amenhotep IV menduduki tahta kekuasaan dan membuat perubahan dramatis pada agama Mesir. Raja baru ini menyatakan bahwa hanya ada satu dewa, bukan dewa Amun tetapi perwujudan dewa matahari yang disebut Aten.

Amenhotep bahkan mengubah namanya sendiri menjadi Akhenaten, yang berarti “Dia yang melayani atau bermanfaat bagi Aten.” Akhenaten juga membangun ibukota baru di Amarna, yang ia sebut Akhetaten, yang berarti “Horizon Aten.”

Akhenaten menutup banyak kuil Amun dan memerintahkan nama dewa tua itu dihapus dari monumen. Setelah kematian Akhenaten, penggantinya mengakhiri perubahan agama ini dan kembali ke kultus tradisional dewa Amun. Di antara para firaun penerus Akhenaten adalah dua pemimpin militer yang besar, Seti I dan putranya Ramses II. Mereka mengalahkan bangsa Het, kekuatan besar di Timur Tengah, dan memperkuat kontrol Mesir atas Nubia.

Komentar Anda