Mengenal Seluk-Beluk Sel Surya

Sel surya (solar cell), juga dikenal sebagai sel fotovoltaik, terbuat dari silikon yang menyerap cahaya matahari. Sel fotovoltaik adalah unit dasar sel surya. Diameter sel-sel ini berkisar antara 2,5 cm sampai 10 cm. Setiap sel mampu memproduksi daya 1 sampai 2 watt. Meskipun daya sekecil ini tidak cukup menyalakan peralatan listrik, sel-sel ini dapat dihubungkan bersama dalam modul-modul.

Panel surya

Modul mampu menyimpan sel dalam wadah yang tahan segala cuaca. Tergantung pada seberapa banyak energi yang dibutuhkan, modul juga dapat dihubungkan bersama untuk memberikan tegangan yang lebih tinggi. Pembangkit listrik tenaga surya dapat berisi beberapa ribu modul.

Mengumpulkan Cahaya

Sinar matahari yang menerpa sel fotovoltaik terbuat dari foton, atau partikel energi cahaya. Ketika foton menerpa sel, sebagian akan terpantul, tetapi sebagian yang lain akan diserap untuk dijadikan energi. Sel diperlakukan secara khusus sehingga elektron bebas akan muncul di permukaan. Ketika foton diserap, mereka menimpa elektron dalam silikon dan memindahkannya keluar dari tempatnya. Ketika ada cukup banyak elektron yang terlempar dari tempatnya dan pindah ke permukaan, permukaan akan bermuatan negatif dan di bawahnya akan bermuatan positif. Kondisi ini menciptakan potensi tegangan, mirip dengan baterai. Sel kemudian dihubungkan ke beban eksternal sehingga listrik dapat digunakan.

Kelebihan dan Kekurangan Tenaga Surya

Tenaga surya memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, karena sel-sel fotovoltaik secara langsung mengkonversi cahaya menjadi listrik, maka ruang genset yang memakan tempat tidak diperlukan lagi. Sel dapat dikombinasikan untuk membangkitkan daya yang cukup untuk segala keperluan. Jika hanya beberapa watt yang diperlukan, modul kecil dapat dipasang. Dan jika daya yang lebih besar dibutuhkan, beberapa modul dapat digunakan sekaligus. Di samping itu, tenaga surya tidak mengeluarkan emisi, sehingga tidak ada dampak berbahaya terhadap lingkungan.

Kerugian dari energi surya adalah penyinaran matahari yang tidak konstan. Cuaca buruk dapat mencegah sinar matahari mencapai sel, sehingga tenaga surya tidak bisa dibangkitkan secara konsisten.

Pengisian Energi Surya

Tenaga surya kini lebih efektif untuk digunakan. Para pemilik rumah mulai memasang panel tenaga surya di atap untuk menghasilkan listrik untuk keperluan pribadi. Namun, listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya harus segera digunakan setelah dibangkitkan. Hal ini tentu sedikit merepotkan.

Namun ada dua solusi untuk mengatasi masalah ini: menghubungkan modul surya ke baterai sehingga setiap kelebihan produksi listrik dapat disimpan dalam baterai atau menghubungkan modul ke jaringan listrik. Keuntungan menghubungkan ke jaringan listrik adalah banyak perusahaan listrik yang menawarkan “metering bersih,” yang berarti bahwa setiap listrik yang mengalir kembali ke dalam jaringan akan mengurangi tagihan listrik.

Komentar Anda