Mengenal Kehidupan Hewan di Hutan Hujan Amazon

Hutan hujan Amazon di Brasil adalah rumah bagi jutaan spesies satwa liar, termasuk beberapa hewan yang paling terkenal di dunia. Mulai dari katak, monyet, hingga kucing besar, Amazon memiliki beragam binatang yang unik. Namun, perubahan lingkungan, penggundulan hutan, perburuan, dan perdagangan hewan peliharaan ilegal menimbulkan ancaman serius bagi hewan-hewan Amazon. Makhluk-makhluk eksotis ini harus berjuang untuk bertahan dan melestarikan kehidupannya di habitat alami mereka.

Hewan Amazon

Menurut World Wildlife Fund (WWF), hutan hujan Amazon adalah rumah bagi 10 persen spesies bumi yang dikenal mulai dari tumbuhan hingga binatang. Hewan-hewan unik Amazon antara lain jaguar, katak panah beracun, anaconda, piranha, belut listrik, caiman hitam, makaw merah, dan monyet pelolong. Namun, Scott Wallace dari National Geographic menyatakan bahwa sejak tahun 1960, deforestasi telah mengurangi luas hutan hujan Amazon sebesar 20 persen, yang mengancam kelangsungan hidup banyak hewan ini.

Jaguar adalah kucing terbesar di Amerika dan terbesar ketiga di dunia, dengan berat lebih dari 100 kilogram. Dari hidung ke ekor, panjang kucing ini berkisar antara 1,2 hingga 1,95 meter. Sementara itu, katak panah beracun adalah predator kecil yang cerdik dan memiliki kulit terang yang digunakan untuk mengintimidasi, bukan penyamaran seperti katak lainnya. Kulit ini mengeluarkan racun yang mampu melumpuhkan atau bahkan membunuh predator. Anaconda bisa tumbuh hingga mencapai panjang delapan meter dan berat lebih dari 250 kilogram, begitu besar hingga ular ini bisa memakan babi liar, caiman, dan kadang-kadang jaguar, menurut National Geographic.

Banyak spesies terkenal yang berhabitat di hutan hujan Amazon, seperti burung makaw merah, dikenal karena kecerdasan, bulu cerah, dan dedikasi seumur hidupnya untuk pasangan yang dipilihnya. Hewan-hewan di hutan hujan Amazon dapat mendengar panggilan dari monyet pelolong hingga dua mil jauhnya, memperingatkan mereka untuk menjauh. Caiman hitam, yang masih berkerabat dengan buaya dan telah hidup sejak zaman dinosaurus, memiliki perut paling asam di dunia, sehingga mudah untuk mencerna makanan apapun, dan jika kehilangan gigi selama berburu, ia akan tumbuh kembali.

Perburuan dan penangkapan ilegal adalah bahaya konstan bagi banyak hewan di Amazon. Tui De Roy dari National Wildlife Federation menyatakan bahwa di akhir 1980-an, kelompok pemburu memburu caiman hitam dan mengekspor satu juta kulit caiman setahun. Sejak saat itu, pemilik tanah lokal mulai melindungi caiman. Sementara itu, keindahan kain makaw telah membuat beberapa orang tertarik untuk menangkap mereka dan diperdagangkan sebagai hewan peliharaan ilegal. Dan meski jaguar adalah predator besar, mereka tetap menjadi target perburuan liar yang juga mengancam kelangsungan hidup mereka.

Deforestasi dan perubahan lingkungan telah mengancam kehidupan hewan-hewan hutan hujan Amazon. Pada tahun 2005, University of Leeds menerbitkan sebuah laporan yang ditulis oleh beberapa ahli geografi, yang menunjukkan bahwa penurunan curah hujan dan perubahan atmosfir lainnya dapat membahayakan hutan hujan dan, dari waktu ke waktu, akan mengubahnya menjadi padang rumput. Sementara itu, WWF memperkirakan bahwa pada tahun 2030, lebih dari setengah hutan hujan Amazon akan hilang jika deforestasi terus terjadi pada tingkat seperti saat ini. Perubahan tersebut akan membuat hewan-hewan ini kehilangan habitat aslinya dan populasi mereka akan hancur.

Komentar Anda