10 Fakta Unik Tentang Magnet

Sekitar 400 tahun silam, seorang dokter asal Inggris bernama William Gilbert menerbitkan De Magnete, sebuah studi mengenai magnet. Karya ilmiah ini memberikan penjelasan rasional pertama tentang sifat magnetik bumi. Dokumen ini menjadi rujukan utama selama era fisika dan astronomi modern, membuka jalan bagi berbagai percobaan para ilmuwan seperti Galileo, Kepler, Newton, dan lainnya. Berikut 10 fakta menarik mengenai magnet yang mungkin belum Anda ketahui:

Magnet

1. Sebagaimana bumi, setiap magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan, dan kutub yang berlawanan itu saling menarik satu sama lain. Untuk mengetahui apakah dua magnet memiliki kutub yang sama, dekatkanlah kedua magnet tersebut. Jika magnet saling menempel, maka kutubnya berlawanan, sebaliknya, jika saling menolak, maka kutubnya sama.

2. Kompas magnetik pertama diciptakan oleh orang China sekitar tahun 221-206 SM. Selama masa Dinasti Qin, magnet digunakan oleh para peramal nasib. Pada abad kedelapan, orang China mengembangkan kompas untuk navigasi yang mirip dengan kompas yang kita pakai sekarang.

3. Setiap benda di dunia terbuat dari atom. Setiap atom memiliki elektron yang mengelilingi inti, dan elektron menciptakan medan magnet yang memiliki kutub utara dan selatan. Kebanyakan benda, seperti daging, kayu atau plastik, memiliki penempatan atom yang acak, sehingga sifatnya tidak magnetik. Berbeda dengan besi, nikel, dan kobalt yang memiliki sifat magnetik. Kelompok atom, yang disebut domain, berbaris bersama-sama untuk menciptakan sifat magnetik.

4. Segala sesuatu yang mengandung besi, nikel, atau kobalt dapat menjadi magnet temporer. Baja mengandung besi, sehingga benda-benda seperti penjepit kertas, sekrup dan paku juga dapat ditarik dengan magnet. Gosokkan benda-benda itu pada satu kutub magnet secara berulang-ulang dan searah. Untuk sementara waktu, mereka akan menempel satu sama lain dan menjelma menjadi magnet yang lemah. Hal ini terjadi karena kontak dengan magnet menyebabkan atom dalam benda-benda tersebut membariskan semua kutubnya ke arah yang sama.

5. Besi yang dipanaskan tidak bisa dimagnetisasi. Energi panas dari pemanasan membuat atom dalam besi tersebut berhamburan perlahan sehingga atomnya tidak bisa berbaris dengan benar. Hal ini mengakibatkan besi yang dipanaskan kehilangan sifat magnetnya. Suhu di mana besi akan kehilangan daya magnetnya disebut titik Curie, yang merujuk pada Pierre Curie, ahli fisika yang menemukannya.

6. Sebuah magnet yang kuat dapat menghapus hard drive komputer, kartu kredit, kaset video dan audio, serta menghentikan jarum jam. Magnet juga bisa mengubah sifat warna layar TV dan komputer.

7. Magnet digunakan dalam banyak perabotan rumah tangga. Beberapa contoh barang rumah tangga yang mengandung magnet antara lain telepon, speaker stereo, headphone, oven microwave, bel pintu, pintu kulkas, mesin pencuci piring, komputer, dan TV.

8. Para peternak dan dokter hewan terkadang memasukkan magnet pada tubuh sapi untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh benda keras. Tindakan ini disebut cow magnet. Ketika sapi merumput, mereka sering menelan benda-benda seperti potongan-potongan kawat dan paku yang berceceran di antara rumput. Benda-benda ini akan bersarang dalam jaringan tubuh sapi, menyebabkan peradangan dan iritasi. Sapi akan kehilangan nafsu makan dan tidak dapat menghasilkan susu atau menambah berat badannya. Sebuah magnet dalam perut sapi akan menarik semua benda-benda keras tersebut secara bersamaan sehingga sapi terhindar dari sakit.

9. Air bersifat diamagnetis, yang berarti akan ditolak oleh kedua kutub magnet. Sebuah magnet yang sangat kuat dapat menolak hal-hal yang sebagian besar terdiri atas air, seperti anggur dan makhluk hidup. Namun, para peneliti di laboratorium propulsi jet NASA di California menemukan bahwa katak dan tikus bisa diangkat dengan magnet. Ilmuwan Yuanming Liu berspekulasi bahwa dengan menggunakan prinsip yang sama, medan magnet yang sangat kuat bisa membuat manusia melayang, tapi itu akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

10. Kereta Maglev beroperasi menggunakan tolakan magnet. Magnet dilekatkan pada trek dan bagian bawah kereta, membuat kereta “melayang” di atas trek. Karena tidak ada gesekan, kereta ini bisa bergerak sangat cepat. Kecepatan tertinggi yang pernah dicatat adalah 552 km per jam oleh kereta api Jepang.

Komentar Anda