Misteri Struktur Laba-Laba Amazon Silkhenge

Laba-Laba Amazon

Para ilmuwan menemukan beberapa jaring laba-laba yang luar biasa rumit di Amazon. Selama berbulan-bulan, para ilmuwan yang bekerja di Amazon dibuat kebingungan dengan struktur kecil sutra rumit yang ditemukan di sana pada musim panas lalu. Mereka akhirnya mengetahui bahwa formasi ini adalah kreasi dari laba-laba.

Pada tahun 2013, mahasiswa pascasarjana dari Georgia Tech, Troy Alexander, menemukan formasi sutra aneh di bawah terpal. Terpal itu berada di dekat Tambopata Research Center di Amazon Peru. Pada awalnya, Alexander berpikir bahwa formasi ini adalah kepompong ngengat. Tapi setelah mengamati beberapa saat, ia menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang sangat berbeda. Struktur kecil kurang dari 2,5 cm ini terdiri atas sebuah menara tinggi yang dilingkari oleh semacam “pagar” yang rumit. Para ilmuwan menamakannya silkhenge,yang merujuk pada stonehenge, lingkaran batu kuno di Inggris yang juga memiliki asal-usul misterius.

silkhengePeneliti bingung dengan misteri silkhenge ini. Siapa yang membangun struktur yang kompleks ini? Beberapa ilmuwan awalnya berpikir bahwa jamur atau ulat yang menciptakannya. Phil Torres, seorang mahasiswa pascasarjana dari Rice University di Texas, kembali untuk mencari jawabannya. Timnya menemukan hampir 50 struktur serupa di dekat tempat penemuan Alexander. Sebagian besar struktur ini ditemukan pada pohon cecropia dalam kelompok 2-6 formasi. Para entomologis mengambil tiga struktur itu dan menempatkannya di bawah kaca untuk pengamatan lebih lanjut.

Seminggu kemudian, para pengamat sangat terkejut. Seekor anak laba-laba muncul dari masing-masing struktur. Pemeriksaan lebih dekat membuktikan bahwa menara di tengah struktur masing-masing berisi telur laba-laba tunggal. Para ilmuwan tidak bisa menjelaskan jenis laba-laba yang meletakkan telur-telur tersebut. “Kami bahkan tidak tahu dari keluarga dan kelompok apa mereka,” kata Torres. Dengan melihat laba-laba tumbuh hingga dewasa, peneliti berharap bisa mengetahui apakah makhluk mungil ini merupakan spesies yang sama sekali baru atau bukan.

Penemuan ini juga menarik karena beberapa alasan lainnya. “Bukanlah hal yang umum bagi laba-laba untuk bertelur lalu meninggalkan telur-telurnya. Mereka biasanya menempatkan kantung telur sutra di jaring mereka untuk melindunginya,” tulis Torres di blognya. Selain itu, laba-laba biasanya mengerami banyak telurnya di dalam kantung. Tetapi, “sejauh yang kami ketahui, ini akan menjadi satu-satunya kejadian di mana laba-laba meletakkan sebutir telur per kantung,” tulis Torres.

Mengapa setiap telur dikelilingi oleh pagar kecil? Fungsi dari pagar yang melingkar masih merupakan misteri. Beberapa ahli percaya pagar tersebut dapat mengusir semut yang hidup di pohon-pohon cecropia. Ahli lain berpikir mungkin ada zat kimia tertentu dalam pagar yang menarik tungau (arakhnida kecil) sehingga anak laba-laba memiliki sesuatu untuk dimakan setelah mereka menetas. Para peneliti berencana untuk mengajukan permohonan izin untuk mengumpulkan lebih banyak laba-laba dan memeliharanya sampai dewasa sehingga mereka bisa mempelajari makhluk ini lebih lanjut.

Komentar Anda