Penemuan 715 Planet Baru di Ruang Angkasa

planet baru

Para astronom menemukan ratusan planet baru di galaksi kita berdasarkan data dari teleskop ruang angkasa Kepler. Lima tahun yang lalu, teleskop ruang angkasa Kepler memulai misi penting, yakni mencari planet-planet baru. Teleskop ini mulai mengeksplorasi langit untuk mencari eksoplanet (planet ekstrasurya) atau planet-planet yang ada di luar tata surya kita.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah menemukan sejumlah eksoplanet dengan menganalisis data Kepler. Pada bulan Februari lalu, para ilmuwan mengumumkan penemuan 715 eksoplanet baru, jumlah planet baru terbesar yang pernah terungkap dalam satu hari. Penemuan ini menambah jumlah eksoplanet yang sudah ditemukan, yakni sekitar 1.700 buah.

Penemuan awal teleskop Kepler kebanyakan adalah planet besar seukuran Jupiter. Tapi sebagian besar planet hasil temuan terbaru berukuran lebih kecil. Planet-planet ini seukuran Neptunus dan bumi. Hal ini menjadi kabar baik karena teleskop Kepler tidak hanya sekedar menemukan planet, namun juga menemukan planet yang seperti bumi. Planet-planet ini memiliki kemungkinan terbesar menjadi rumah bagi kehidupan asing.

Sistem Tata Surya Kita

Delapan planet membentuk sistem tata surya kita. Mereka mengorbit, atau melingkari sebuah bintang, yakni matahari. Di ruang angkasa, setiap bintang bisa jadi memiliki banyak planet yang mengelilinginya. Teleskop Kepler mencari planet-planet ini dengan mengamati 150.000 bintang yang ada di galaksi Bima Sakti. Ketika sebuah planet lewat di depan bintangnya, cahaya bintang akan meredup. Kepler mencari tanda-tanda ini untuk menemukan planet baru.

Mungkinkah salah satu penemuan baru teleskop Kepler memiliki kehidupan asing? Jika demikian, planet-planet ini mustilah memiliki air. Air adalah bahan utama bagi kehidupan seperti yang kita kenal. Dan untuk memiliki air, sebuah planet harus memiliki jarak orbit yang tepat dari bintang sehingga permukaannya tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Daerah ini disebut zona layak huni.

Empat planet yang baru ditemukan mengorbit di zona layak huni, tapi ukurannya sedikit lebih besar dari bumi. Para ilmuwan belum tahu apakah planet-planet tersebut memiliki permukaan berbatu seperti planet kita atau mereka terbuat dari gas seperti Neptunus.

Pencarian planet lain belum berakhir. Penemuan teleskop Kepler baru berasal dari dua tahun pertama pengumpulan data. Masih ada banyak data yang harus dikumpulkan, yang mungkin akan memunculkan lebih banyak planet baru, yang bisa saja salah satunya menyerupai bumi yang sekarang kita huni.

Komentar Anda