Apa yang Dimaksud dengan Teori Konspirasi?

Teori konspirasi adalah usaha untuk menjelaskan berbagai peristiwa dunia dengan mengaitkan pada pengaruh atau kekuasaan terselubung kelompok tertentu. Banyak teori konspirasi, misalnya, yang berkaitan dengan pembunuhan Presiden AS John F. Kennedy pada tahun 1963.

teori konspirasi Teori ini menyatakan bahwa pejabat pemerintah dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran tersembunyi dalam kematian Kennedy. Kelompok-kelompok yang dituduh dalam teori konspirasi adalah orang dalam pemerintahan atau organisasi yang kuat dan rahasia. Menurut teori konspirasi, kelompok-kelompok ini dapat dengan mudah mempengaruhi anggota parlemen, kepala negara, dan media. Pengikut teori konspirasi mengklaim bahwa tindakan-tindakan tersebut telah membentuk sejarah dunia, sebagian besar tanpa sepengetahuan publik.

Banyak teori konspirasi mengklaim bahwa beberapa orang memilih untuk menciptakan masalah dunia demi keuntungan pribadi mereka. Masalah tersebut dapat mencakup wabah penyakit, krisis ekonomi, kelaparan, perang, dan kerusuhan politik. Teori konspirasi sering menuduh organisasi persaudaraan seperti Mason (Masonry) memiliki agenda-agenda global tertentu. Bank-bank dan organisasi kebijakan internasional juga menjadi subjek dalam banyak teori konspirasi. Contoh yang populer adalah Dana Moneter Internasional (IMF) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kelompok agama juga menjadi target populer teori konspirasi.

Teori konspirasi tentang pembunuhan Kennedy mungkin adalah yang paling luas. Teori konspirasi lain menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat memalsukan pendaratan astronot di bulan pada tahun 1969. Banyak teori yang beredar seputar Area 51, instalasi militer Amerika Serikat di Nevada. Beberapa dari mereka mengklaim bahwa Area 51 menjadi tempat reruntuhan (dan mungkin juga kru) pesawat alien yang jatuh. Satu teori menunjukkan bahwa HIV, virus penyebab AIDS, diciptakan oleh lembaga militer dan pemerintah tertentu. Teori lain menyatakan bahwa pemerintah AS mengatur serangan teroris pada 11 September 2001.

Kaum skeptis berpendapat bahwa kebanyakan teori konspirasi kekurangan bukti yang dapat diandalkan untuk membenarkan klaim mereka. Mereka menunjukkan bahwa banyak teori tersebut tidak logis. Mereka juga mencatat bahwa kebanyakan teori konspirasi melibatkan banyak orang. Fakta ini akan mempersulit upaya untuk menjaga operasi tersebut agar tetap rahasia. Kebanyakan teori konspirasi masih belum terbukti kebenarannya.

Psikolog memberikan penjelasan atas popularitas teori konspirasi yang berkelanjutan. Mereka berpendapat bahwa dalam dunia yang kompleks, orang-orang yang merasa tidak berdaya atau terancam bisa jadi akan terinspirasi untuk mempercayai bahwa kelompok rahasia tertentu telah memanipulasi segala macam peristiwa dunia. Keyakinan tersebut diperkuat dengan contoh sensasional korupsi di pemerintahan dan skandal di lembaga-lembaga bisnis dan agama.

Psikolog mengemukakan bahwa orang-orang yang tidak diuntungkan dengan kondisi dunia lebih cenderung mempercayai teori konspirasi. Teori-teori tersebut menjadi tema populer dalam banyak novel, film, dan juga acara televisi.

Komentar Anda