10 Fakta Menarik Tentang Film Schindler’s List (1993)

Film Schindler's ListSchindler’s List adalah film drama historis bertemakan Nazi dan Perang Dunia II. Film hitam putih ini bercerita tentang Oskar Schindler yang menjadi simpati pada orang Yahudi setelah menyaksikan penganiayaan dan penyiksaan mereka oleh pasukan Nazi. Film arahan sutradara Steven Spielberg ini sangat sukses dan menyabet tujuh piala Oscar. Berikut 10 trivia unik tentang film Schindler’s List.

1. Sang sutradara, Steven Spielberg, menolak mendapatkan bayaran dari film ini. Ia juga menolak menandatangani segala benda yang berhubungan dengan film ini.

2. Selama syuting, suasana begitu suram dan menyedihkan hingga Spielberg meminta temannya, Robin Williams, untuk memfilmkan beberapa sketsa komedi. Spielberg bahkan menyempatkan diri menonton film Seinfeld (1989) setiap malam sehabis bekerja untuk meringankan suasana hatinya.

3. Spielberg sebenarnya mendapatkan izin untuk syuting di dalam kamp Auschwitz yang terkenal itu. Namun, ia memilih untuk menghormati para korban, sehingga adegan yang berlatarkan kamp kematian ini difilmkan di luar gerbang pada satu satu sisi latar menggunakan bayangan cermin dari lokasi sesungguhnya di sisi lainnya.

4. Untuk mengumpulkan kostum bagi 20.000 pemain ekstra, desainer kostum film ini mengeluarkan banyak iklan untuk mencari pakaian.

5. Schindler’s List adalah film hitam putih termahal yang pernah dibuat hingga saat ini. Rekor sebelumnya dipegang selama lebih dari 30 tahun oleh film The Longest Day (1962) yang juga bertemakan Perang Dunia II.

6. Film Schindler’s List menduduki peringkat ketiga dalam daftar 100 Film Paling Menginspirasi Sepanjang Masa yang dikeluarkan American Film Institute (2006).

7. Menurut art director, tidak ada cat atau pakaian berwarna hijau yang digunakan dalam syuting karena warna itu tidak akan muncul dengan baik pada film hitam putih. Perhatian khusus diberikan pada berapa banyak pencahayaan dan cat yang digunakan agar nampak alami dalam film, meskipun sebenarnya nampak aneh saat proses pemfilman di dunia nyata.

8. Spielberg pernah menawarkan pekerjaan ini pada sutradara Roman Polanski. Namun Polanski menolaknya karena subjek film ini terlalu personal. Polanski pernah tinggal di ghetto Krakow sampai usia delapan tahun, saat ia melarikan diri pada hari likuidasi. Ibunya kemudian meninggal di kamp konsentrasi Auschwitz. Polanski akhirnya menyutradarai filmnya sendiri tentang Holocaust, yakni The Pianist (2002).

9. Spielberg harus membuat film Jurassic Park (1993) terlebih dahulu sebelum membuat Schindler’s List sesuai kontraknya. Di samping itu, jika Spielberg membuat Schindler List terlebih dahulu, maka energinya akan sangat terkuras untuk membuat Jurassic Park.

10. Ketika film Schindler List akan ditayangkan di Filipina, lembaga sensor memutuskan untuk memotong adegan tertentu yang berbau pornografi dan kekerasan. Saat Spielberg mengetahui hal ini, ia mengatakan akan menarik film ini dari Filipina kecuali jika ditayangkan sebagaimana adanya. Presiden Filipina, Fidel Ramos, turun tangan dan membatalkan sensor itu sehingga film Schindler List bisa ditayangkan tanpa pemotongan adegan.

Komentar Anda