Sejarah Pakaian di India

pakaian indiaPada saat yang sama ketika peradaban Babilonia di Mesopotamia dan peradaban Mesir Kuno berkembang, peradaban lain mulai berkembang di lembah sungai di India dan Pakistan. Peradaban ini dikenal dengan nama peradaban Lembah Indus. Sejarawan percaya bahwa orang-orang di India mulai menenun kapas menjadi kain antara 3000 dan 2000 SM.

Bukti dalam bentuk patung batu menunjukkan bahwa kaum laki-laki di Lembah Indus mengenakan pakaian yang melilit. Pria Hindu melilit tubuhnya dengan kain besar yang disebut dhoti di sekitar pinggang dan di antara kaki. Pria juga memakai syal atau selendang di bahu mereka. Dhoti dan selendang dikenakan sebagai pakaian dasar selama 2.000 tahun. Wanita mengenakan berbagai rok yang melilit serta dhoti dan syal besar yang disebut dupatta.

Islam yang datang sekitar abad ke-8 mengubah tata cara berbusana orang India. Meskipun perempuan di India tidak memakai kerudung penutup wajah, mereka mulai memakai blus pendek yang disebut choli untuk menutupi dada mereka. Kau pria mengenakan mantel selutut berlengan panjang dengan bawahan penuh. Gaya sorban di India bervariasi selama berabad-abad, namun penutup kepala secara konsisten menunjukkan identitas wilayah, kasta, dan agama pemakainya.

Meskipun pakaian Eropa sudah dikenal sejak abad ke-17, hanya sedikit kaum pria dan wanita India yang mengadopsi fashion internasional. Di awal-awal kemerdekaan India tahun 1947, pria India mulai mengenakan jaket jahitan selutut yang mengancing di bagian depan di atas celana sempit.

Baik pria maupun wanita memakai pakaian kasual yang terdiri atas khurta (baju) panjang dan celana panjang longgar. Pakaian yang paling populer di kalangan perempuan India adalah sari, yang telah dikenal selama ratusan tahun. Pembuat sari modern sering menenunnya dengan batas-batas khusus dan pola dekoratif.

Komentar Anda