Geologi Dalam Sistem Tata Surya

batuan langitSampai tahun 1950-an, para ilmuwan tidak bisa mengumpulkan banyak informasi tentang geologi dari benda-benda luar angkasa dalam sistem tata surya. Satu-satunya alat yang tersedia untuk mengamati benda-benda itu adalah teleskop berbasis darat. Atmosfer bumi menciptakan efek kabur yang membatasi ketajaman gambar dari teleskop tersebut. Selain itu, planet Venus memiliki penghalang lain untuk pengamatan: planet ini dikelilingi oleh awan asam sulfat tebal yang menghalangi pemandangan pada permukaan planet.

Masa eksplorasi ruang angkasa melahirkan bidang keilmuan baru yang disebut geologi planet, sebuah studi tentang benda-benda lain di tata surya. Masa itu dimulai ketika Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik pada tahun 1957. Pada tahun 1959, misi penjelajah ruang angkasa Soviet, Luna 1, terbang dalam jarak 6.000 kilometer dari bulan. Sensor pada pesawat ruang angkasa itu mengumpulkan data ilmiah dan pemancar radio mengirimkan data tersebut ke bumi. Sejak saat itu, beberapa pesawat antariksa telah mengorbit bulan dan bahkan mendarat di sana. Astronot pertama kali mendarat di bulan pada tahun 1969, dan mereka membawa batu bulan ke bumi. Pesawat luar angkasa pernah mengorbit bahkan mendarat di Venus dan Mars, dan juga pernah terbang melintasi Merkurius. Pada tahun 2001, sebuah pesawat penyelidik antariksa membuat pendaratan pertama di sebuah asteroid, sebuah benda yang disebut 433 Eros.

Pesawat antariksa juga digunakan untuk mempelajari planet gas raksasa: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dan satelit-satelit utamanya. Planet-planet tersebut tidak menjadi subyek studi geologi karena mereka sebagian besar terdiri atas gas dan cairan. Namun, satelit planet-planet itu terbuat dari batu dan es, sehingga lebih menarik bagi ahli geologi.

Untuk menginterpretasikan informasi yang dikirim ke bumi oleh pesawat ruang angkasa, ahli geologi menggunakan pengetahuan mereka tentang proses yang terjadi dibumi. Sebagai contoh, mereka menerapkan apa yang mereka ketahui tentang gunung berapi di bumi untuk mempelajari satelit Jupiter, Io, satelit yang paling aktif secara geologis dalam sistem tata surya. Ahli geologi juga menerapkan apa yang telah mereka pelajari tentang benda-benda luar angkasa untuk mempelajari bumi. Sebagai contoh, penelitian dari bulan menunjukkan bagaimana dampak meteorit pada pembentukan permukaan bentuk bumi.

Komentar Anda