Di Manakah Suku Aborigin Australia Tinggal?

Suku Aborigin Australia

Australia adalah benua terkecil dari tujuh benua di dunia. Namun Australia tetaplah merupakan daratan yang sangat luas, meliputi wilayah seluas 7,7 juta kilometer persegi, dan memiliki beberapa jenis lingkungan. Suku Aborigin tinggal di setiap bagian Australia dengan berbagai cara hidup yang sudah disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Daerah yang paling baik untuk pemukiman Aborigin adalah pantai tenggara. Ini adalah daerah paling subur di Australia. Sepanjang tahun hujan mengguyur hutan yang menjadi sumber makanan nabati serta hewan buruan yang melimpah. Pantai tenggara juga sangat baik untuk mencari ikan, mengumpulkan kerang, dan berburu anjing laut. Di sebagian besar wilayah Australia, hujan turun hanya pada musim-musim tertentu dalam setahun. Di wilayah utara yang beriklim tropis, hujan umumnya turun pada musim panas (Desember sampai Maret di Australia), sedangkan di barat daya hujan mengguyur terutama pada musim dingin (Juni sampai September). Di banyak daerah di mana hujan turun secara musiman, lingkungannya didominasi padang rumput yang dihiasi semak-semak dan pohon-pohon.

Suku Aborigin di daerah ini lebih suka tinggal di dekat sungai dan sumber air lain, di mana terdapat banyak hewan dan tumbuhan. Makanan sering langka di musim kemarau. Australia bagian tengah hanya menerima sedikit hujan dan sebagian besar wilayahnya berupa gurun. Gurun menjadi habitat beberapa tanaman dan hewan, tetapi suku Aborigin sudah mempelajari cara bertahan hidup di tempat-tempat yang keras.

Lingkungan Australia telah banyak berubah sejak suku Aborigin pertama kali tiba di sana lebih dari 50.000 tahun yang lalu. Pada saat itu, Australia memiliki iklim yang lebih dingin dan basah, dan ada lebih banyak sungai, danau, dan hutan. Sekitar 11.500 tahun yang lalu, iklim menjadi panas dan kering, menyebabkan gurun meluas serta beberapa danau dan sungai mengering.

Suku Aborigin juga mengubah lingkungan Australia dengan membakar semak-semak. Membakar semak dan rumput mati mendorong pertumbuhan tunas rumput baru. Hal ini menguntungkan binatang pemakan rumput yang diburu suku Aborigin, seperti kanguru abu-abu dan walabi (spesies sejenis kanguru kecil). Namun pembakaran semak-semak berakibat buruk bagi hewan yang makan daun pohon, seperti kebanyakan spesies marsupial raksasa. Megafauna atau hewan besar ini termasuk kanguru raksasa bernama Procoptodon yang tingginya bisa mencapai 3 meter. Pembakaran selama bertahun-tahun menciptakan lanskap yang lebih terbuka dengan sedikit pepohonan, sehingga makanan untuk megafauna berkurang dan akhirnya mereka punah sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Praktek pembakaran yang disengaja ini disebut pertanian firestick. Firestick adalah dahan atau tangkai pohon yang digunakan suku Aborigin untuk menyalakan api. Namun, pertanian firestick sebenarnya bukanlah pertanian. Suku Aborigin tidak pernah menjadi petani, mungkin karena Australia memiliki sedikit spesies tanaman asli yang cocok untuk dibudidayakan atau hewan yang cocok untuk diternakkan.

Komentar Anda