Mengenal Seluk-Beluk Negara Spanyol

Spanyol adalah sebuah negara di Eropa barat yang terkenal karena festival yang berwarna-warni, musik flamenco, cuaca cerah, dan istana-istana yang indah. Spanyol pernah menjadi kerajaan besar dengan koloni yang tersebar di seluruh dunia. Bahasa dan budaya Spanyol berakar dan menjadi bagian dari budaya banyak negara. Saat ini, Spanyol adalah negara yang makmur dengan ekonomi yang bertumpu pada industri jasa, pariwisata, dan manufaktur.

Spanyol
Spanyol adalah salah satu negara terbesar di Eropa. Negara ini menempati sekitar lima perenam luas Semenanjung Iberia, yang terletak di Eropa bagian barat daya antara Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Portugal menempati seluruh semenanjung. Wilayah Spanyol juga meliputi Kepulauan Balearic di Laut Mediterania dan Kepulauan Canary di Samudera Atlantik. Madrid, ibukota sekaligus kota terbesar Spanyol, berdiri di tengah negeri Matador ini.

Di perbatasan timur laut Spanyol, pegunungan Pyrenees yang perkasa memisahkan Spanyol dengan Prancis. Gunung-gunung ini pernah membentuk penghalang untuk melakukan perjalanan darat antara Semenanjung Iberia dengan seluruh Eropa. Afrika hanya berjarak sekitar 13 kilometer di selatan Spanyol, tepatnya di Selat Gibraltar.

Sebagian besar wilayah Spanyol terdiri atas dataran tinggi kering yang disebut Meseta. Di sebelah utara Meseta, pegunungan membentang di seluruh semenanjung, membuat Spanyol menjadi negara dengan elevasi tertinggi kedua di Eropa setelah Swiss.

Ribuan tahun yang lalu, orang-orang yang dikenal sebagai Iberia tinggal di tempat yang sekarang menjadi negara Spanyol. Kemudian kelompok lain datang ke daerah itu, antara lain bangsa Fenisia, Celtic, Yunani, Romawi, dan Jerman. Pada abad ke-8, bangsa Arab dan kaum Muslim dari Afrika utara menaklukkan sebagian besar Spanyol. Pada abad ke-11, orang-orang Kristen Spanyol mulai mengusir kaum Muslim dan akhirnya mengalahkan mereka pada tahun 1492. Di tahun yang sama, Christopher Columbus, seorang navigator Italia yang berlayar untuk Spanyol, berhasil mencapai Amerika.

Kesuksesan pelayaran Columbus menjadi pemicu eksplorasi dan penaklukan besar-besaran Spanyol. Orang-orang Spanyol membangun sebuah kerajaan yang mencakup wilayah luas di barat Amerika Selatan dan selatan Amerika Utara, serta di Afrika, Asia, dan Eropa.

Spanyol menguasai sebagian besar kerajaan sampai awal abad ke-19. Pengiriman emas dan perak besar-besaran yang dibawa ke Spanyol dari tanah jajahannya, terutama pada abad ke-16 dan 17, menyebabkan inflasi (kenaikan harga) dan mengganggu ekonomi Spanyol. Penguasa Spanyol menjadi tergantung secara finansial pada tambang Amerika, yang kemudian menurun jumlah produksinya.

Penguasa Spanyol telah menyalurkan sumber daya yang sangat besar untuk perang demi mempertahankan kerajaan dan membangun segala jenis kemewahan seperti karya seni, gereja-gereja, dan istana megah. Pada saat yang sama, Spanyol tidak melakukan investasi di bidang pertanian, perdagangan, pendidikan, dan industri. Hal ini menyebabkan lambatnya perkembangan Spanyol dalam hal industrialisasi dan pendidikan warganya, sehingga negara ini tertinggal di belakang sebagian besar negara tetangga Eropa sampai pertengahan abad ke-20.

Pada akhir 1930-an, perang sipil berdarah di Spanyol meletus. Dengan bantuan militer Nazi Jerman dan Fasis Italia, Jenderal Francisco Franco mendirikan kediktatoran di Spanyol. Franco mengendalikan negara ini sampai kematiannya pada tahun 1975. Spanyol menjadi negara demokrasi setelah Franco meninggal.

Komentar Anda