Fakta Tentang Laut Mati yang Kian Mengering

Meskipun bernama Laut Mati (Dead Sea), perairan yang terletak di antara perbatasan Israel dan Yordania ini sebenarnya adalah sebuah danau besar. Berlokasi di sebuah lembah dengan ketinggian hampir 400 meter di bawah permukaan laut, Laut Mati bukan hanya menjadi titik terendah di bumi, melainkan juga merupakan danau terasin kedua di dunia (danau terasin di dunia adalah danau Assal di Djibouti, Afrika).

Laut Mati

Saking asinnya, (hampir 8 kali lebih asin dari air laut biasa) nyaris tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan di sana, kecuali beberapa tanaman kecil dan bakteri. Itulah mengapa perairan ini disebut Laut Mati, karena memang nyaris tak ada yang bisa hidup di dalamnya.

Meskipun sangat sedikit makhluk hidup yang mampu bertahan di dalamnya, satu hal menarik tentang Laut Mati adalah bahwa hampir semua benda yang dimasukkan ke dalamnya akan mengapung. Fenomena unik ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke danau. Teori dasar di balik mengambangnya benda di perairan asin adalah karena air asin jauh lebih padat daripada air biasa, dan kepadatan inilah yang membuat air asin jauh lebih ringan.

Sayangnya, karena Laut Mati terletak di wilayah beriklim panas, hampir tujuh juta ton air menguap dari danau setiap hari. Selain itu, baik Israel dan Yordania terus memanfaatkan sungai Yordan (sumber air utama Laut Mati) untuk keperluan irigasi. Hal ini tentu saja bisa mengancam aliran air ke Laut Mati. Semakin lama, danau terkenal ini akan semakin mengering dan ini cukup memprihatinkan banyak orang.

Komentar Anda