Mengenal Cincin-Cincin Uranus

Cincin UranusPada tahun 1977, sebuah tim astronom yang dipimpin oleh James Elliot menemukan sistem cincin di sekitar planet Uranus. Cincin itu tidak pernah terlihat sebelumnya karena terlalu gelap dan tipis untuk dilihat dengan teleskop bumi. Cincin itu ditemukan benar-benar secara kebetulan. Para astronom sedang menunggu untuk mengamati bagaimana cahaya yang datang dari sebuah bintang terpengaruh saat Uranus dan atmosfer di sekitarnya sedang lewat di depan bintang tersebut.

Dari pengamatan, mereka juga berharap untuk mengetahui sesuatu tentang atmosfer planet Uranus. Satu jam sebelum Uranus mencapai bintang, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Bintang itu tampak berkedip-kedip sebanyak lima kali. Sesuatu yang dekat dengan planet telah menghalangi cahaya bintang. Para astronom tidak bisa melihat benda itu dengan jelas. Tapi setelah mengamati beberapa bintang lainnya yang lewat di belakang Uranus, para astronom menyadari bahwa mereka telah menemukan lima cincin tipis yang mengelilingi planet ini.

Kelima cincin itu diamati diamati oleh Voyager 2 ketika terbang melewati Uranus pada tahun 1986. Voyager 2 juga menemukan enam cincin tambahan, sehingga total cincin Uranus berjumlah sebelas buah. Lebih lanjut, cincin-cincin redup lainnya dapat ditemukan di masa depan dengan pesawat antariksa baru atau dengan teleskop yang kuat di permukaan bumi atau di orbit sekitarnya.

Cincin paling dekat dengan Uranus jaraknya sekitar 37.191 kilometer dari pusat planet, sedangkan yang terjauh berjarak 51.456 kilometer. Tidak seperti cincin Saturnus yang luas dan cerah, cincin Uranus sangat sempit dan gelap. Cincin ini terdiri atas miliaran partikel kecil es dan batu. Gelapnya partikel ini bisa jadi disebabkan karena partikel ini dilapisi dengan senyawa hidrogen dan karbon. Para astronom juga berpikir bahwa partikel ini bisa saja berasal dari satelit planet. Ketika satelit dihantam oleh meteorit, partikel-partikel kecil terlempar dan bergabung dengan cincin Uranus.

Komentar Anda