Mengenal Kekaisaran Songhai di Afrika Barat

SonghaiBangsa yang dikenal sebagai Songhai menjadi kekuatan politik selama tahun 700 masehi. Sekitar tahun 1010 masehi, raja Songhai yang berkuasa saat itu masuk Islam. Raja itu mendirikan pusat pemerintahan di Gao, sebuah kota di Sungai Niger di tempat yang sekarang menjadi bagian negara Mali. Mansa Musa menjadikan Gao sebagai bagian dari Kekaisaran Mali pada tahun 1325 masehi. Gao merdeka sekitar tahun 1375 masehi. Songhai muncul sebagai sebuah kerajaan setelah kemunduran Kekaisaran Mali. Pada tahun 1400-an masehi, Songhai memiliki lebih banyak kekuasaan dan kekayaan daripada kerajaan lain di Afrika Barat.

Dua kaisarnya, Sunni Ali dan Askia Muhammad, memperkuat kekaisaran lebih dari penguasa lainnya. Sunni Ali, seorang pejuang besar, memerintah dari sekitar tahun 1464 sampai 1492 masehi. Ia menaklukkan banyak kerajaan dan mengusir masyarakat Muslim, termasuk Tuareg, keluar dari tanah Songhai. Sunni Ali merebut kota Djenne setelah pengepungan selama tujuh tahun. Ia memulai suatu kesatuan sistem hukum dan ketertiban, pemerintah pusat, dan perdagangan.

Askia Muhammad -juga dikenal sebagai Askia I atau Askia Agung- menjadi raja pada tahun 1493 masehi. Songhai mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahannya. Askia I mereformasi pemerintah, memperluas area perdagangan, dan mendorong praktek ajaran Islam. Anak Askia memaksanya turun dari tahta pada tahun 1528.

Pemerintahan

Di bawah Sunni Ali, kekaisaran dibagi menjadi lima provinsi. Ia menunjuk seorang gubernur untuk mengepalai masing-masing provinsi. Setiap gubernur memiliki staf yang bekerja untuknya. Askia Muhammad memperbaiki sistem ini. Ia mengikuti keyakinan Islam dalam kesetaraan, bahwa semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk sukses. Jadi, ia memberikan jabatan pemerintahan kepada orang-orang sesuai dengan pendidikan dan kemampuan mereka, bukan berdasarkan tingkat kelas keluarga mereka. Di antara lima gubernur, salah satu gubernur memiliki kekuasaan lebih dari empat gubernur lainnya. Setiap kota memiliki walikota terpilih dan semuanya adalah Muslim.

Gelar tradisional untuk raja-raja Songhai adalah dia. Pada sekitar tahun 1335 masehi, raja-raja Songhai mulai menggunakan gelar sunni. Kaisar terakhir yang digelari sunni adalah Sunni Baru, yang memerintah antara tahun 1492 sampai 1493 masehi. Muhammad Turay adalah orang pertama yang menggunakan gelar Askia, yang merupakan pangkat tinggi dalam militer Songhai. Setelah Askia Muhammad, sembilan penguasa Songhai lainnya juga menggunakan gelar Askia.

Komentar Anda