Mengapa Kota Venesia Semakin Tenggelam?

Banjir Venesia

Kebanyakan orang di seluruh dunia melakukan perjalanan darat melewati jalan raya atau jalur kereta api. Namun di Venesia, saluran air dijadikan jalur utama transportasi. Kota Venesia di Italia ini kaya akan keajaiban arsitektur. Keindahan struktur kanal-kanalnya sangat terkenal di seluruh dunia. Sayangnya, kota yang dipenuhi perahu gondola, gereja, dan jalanan tua ini kian hari kian tenggelam.

Dikenal sebagai “Ratu Adriatik”, kota Venesia (Venice) terletak di atas 120 pulau yang dibentuk oleh kanal di laguna antara mulut sungai Po dan sungai Piave, di ujung utara Laut Adriatik.Tanah-tanah keras di sana memiliki dasaran yang agak berlumpur dan semua ini perlahan-lahan semakin terkikis.

Mengapa Venesia tenggelam?

Permukaan air tanah yang ada serta perubahan iklim global telah menaikkan permukaan air laut  beberapa inci. Hal ini menjadi ancaman serius bagi kota Venesia. Saat lautan es mencair dan permukaan air naik, banjir di Venesia semakin memburuk. Dan bangunan sudah mulai merasakan dampak dari fenomena ini; pondasi bangunan di Venesia benar-benar sedang terguncang.

Ambil contoh salah satu landmark paling terkenal di Venesia, St. Mark’s Basilica. Katedral tua berusia 900 tahun itu kini posisinya sedikit condong ke kiri karena pondasinya yang tidak stabil. Para ahli memperingatkan bahwa dalam 50 tahun ke depan kota Venesia akan menenggelamkan tanahnya lagi sedalam 20 cm. Banyak warga yang ketakutan mulai pindah ke daerah yang lebih kering di daratan Italia.

Untuk mengatasi ancaman banjir ini, sekelompok warga Venesia membentuk Konsorsium Venesia Baru yang mengusung gagasan “Proyek Musa,” sebuah proyek bendungan yang dinamai sesuai tokoh Alkitab, Musa. Idenya adalah menempatkan gerbang bawah air di berbagai titik yang menjadi pintu masuk Laut Adriatik ke laguna. Ketika air rendah, gerbang akan tetap dibuka, dan saat air naik, gerbang akan ditutup. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah air laut membanjiri Venesia.

Namun, ada halangan untuk menerapkan ide ini. Pemerhati lingkungan mengatakan bahwa gerbang harus tetap ditutup untuk sebagian besar waktu dan air laut tidak akan dapat bergerak keluar masuk Venesia. Akibatnya, air laguna akan menjadi stagnan, mengancam kehidupan ikan dan tumbuhan yang ada di sana. Sampai solusi yang tepat ditemukan, kota Venesia tampaknya akan terus diganggu oleh banjir.

Komentar Anda