Memahami Letusan Gunung Berapi

Letusan Gunung Berapi
Gunung St. Helens meletus pada 18 Mei 1980.

Gunung berapi adalah tempat di mana abu, gas, dan batuan cair dari perut bumi meletus ke permukaan bumi. Kata “volcano” yang berarti gunung berapi juga mengacu pada gunung yang meletuskan batu dan abu yang sering terakumulasi di suatu tempat.

Letusan gunung berapi berasal dari magma (batuan cair di perut bumi). Magma biasanya terbentuk di kedalaman antara 50 sampai 200 kilometer di bawah permukaan bumi. Magma akan naik karena ia kurang padat dibanding batuan di sekitarnya. Magma yang meningkat akan mengumpul di bawah atau di dalam gunung berapi dalam sebuah ruangan yang disebut dapur magma. Saat magma semakin terakumulasi, tekanan di dalam ruangan itu meningkat. Ketika tekanan sudah terlalu besar, dapur magma terbuka, dan magma akan naik di dalam gunung berapi. Jika magma mencapai permukaan, letusan akan terjadi.

Jika magma terakumulasi pada tingkat yang cukup tinggi, gunung berapi akan meletus secara berkelanjutan. Bila magma yang terakumulasi menurun, letusan dapat berhenti untuk sementara waktu sampai magma baru terakumulasi untuk menggantikan magma yang telah meletus.

Besar tidaknya letusan sangat tergantung pada jumlah gas yang terlarut dalam magma dan viskositas magma (resistensi terhadap aliran). Magma yang mengandung sedikit gas akan menghasilkan letusan yang relatif tenang di mana lava mengalir tenang ke permukaan. Magma yang mengandung banyak gas bisa dengan keras meletuskan gas dan abu jauh tinggi ke udara. Magma yang kental dan lengket cenderung meletus lebih keras daripada magma yang lebih cair. Air yang bercampur dengan magma akan menghasilkan letusan yang lebih eksplosif.

Gunung berapi bisa menciptakan banyak bahaya. Abu, gas, lava, dan lumpur panas bisa mengubur atau membakar orang, ternak, dan perkampungan di dekat gunung berapi yang sedang meletus. Letusan paling dahsyat akan meluncurkan awan besar berisi abu dan gas ke atmosfir tinggi, menyebabkan masalah yang jauh besar dari letusan gunung berapi itu sendiri.

Meski demikian, gunung berapi juga memberikan banyak manfaat. Segala material yang dimuntahkan gunung berapi mengandung banyak nutrisi dan dapat membentuk tanah yang subur. Aktivitas gunung berapi menyediakan sumber daya penting berupa energi panas bumi, yakni energi dari panas perut bumi. Energi panas bumi bisa menyalakan generator listrik dan menghangatkan air serta bangunan.

Gunung berapi bawah laut yang terbentuk dari waktu ke waktu telah melahirkan pulau-pulau di mana jutaan orang tinggal di sana. Gunung berapi juga telah mengilhami mitos dan legenda dalam banyak kebudayaan. Kata “volcano” berasal dari Vulcan, dewa api Romawi.

Komentar Anda