Apakah Alexander Agung Dibunuh oleh Sebuah Bunga?

Alexander Agung
Alexander Agung

Misteri kematian mendadak Raja Makedonia, Alexander Agung, sedikit terkuak. Alexander Agung dikenang terutama karena dua hal: penaklukan sebagian besar dunia kuno saat ia berusia 20 tahunan dan mati muda di usia 33 tahun. Penyebab kematiannya pada tahun 323 SM telah menjadi misteri selama ribuan tahun. Tapi seorang ilmuwan mungkin telah menemukan penyebabnya.

Apakah Alexander Agung meninggal secara alami? Ataukah ia dibunuh? Sejarawan kuno tidak setuju dengan pendapat itu. Ada yang berpendapat ia mengalami demam selama satu malam. Beberapa hari kemudian, sakitnya semakin parah dan akhirnya meninggal dunia. Sejarawan lain percaya teori yang lebih dramatis, yakni diracun. Sejarawan Yunani kuno, Diodorus Siculus, menulis bahwa Alexander meminum segelas besar anggur dalam satu tegukan. Dan kemudian:

“Seketika, ia menjerit keras seolah-olah mendapat pukulan keras. Pembantunya menidurkannya lalu memanggil dokter. Tidak ada seorangpun yang mampu menolongnya, dan Alexander terus mengalami penderitaan parah.”

Leo J. Schep, seorang ilmuwan di University of Otago National Poisons Centre di Selandia Baru, memiliki sebagian jawaban dari teka-teki ini. Schep percaya bahwa jika Alexander dibunuh, pembunuh yang paling mungkin adalah bunga putih halus. Bunga inilah yang memberikan “pukulan” yang mengerikan pada tubuh Alexander.

Schep melakukan penelitian untuk menentukan racun yang kemungkinan menjadi pembunuh Alexander Agung, yakni tanaman herbal yang disebut white hellebore atau hellebore putih. Bunganya yang indah begitu berbahaya sampai mengendusnya saja dapat merusak bagian dalam hidung. Dalam dosis kecil tanaman hellebore biasa digunakan sebagai obat pada zaman kuno. Tapi dalam dosis tinggi, tanaman ini bisa mematikan, terutama jika dimasukan ke dalam minuman seseorang. Schep mengatakan bunga inilah yang menyebabkan kematian Alexander dengan gejala yang ditunjukkannya, yakni nyeri mendadak diikuti mual dan lemah.

Namun, sejarawan belum memecahkan misteri ini sepenuhnya. Untuk mengetahui dengan pasti apa penyebab kematian penakluk kuno ini, para ilmuwan perlu melakukan otopsi, yakni pemeriksaan ilmiah pada mayat. “Sampai kapanpun kami tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan ini tanpa memeriksa mayatnya,” kata Schep. Tapi lokasi makam -dan tubuh Alexander Agung- masih belum diketahui. Inilah salah satu misteri lain seputar penakluk besar dunia kuno itu.

Komentar Anda