Penyebaran Virus HIV/AIDS di Afrika

Aids afrikaAIDS (Acquired immune deficiency syndrome) adalah penyakit yang mengerikan. AIDS menyerang Afrika lebih parah daripada daerah lain di dunia. Sekitar 1,2 juta orang dewasa dan anak-anak meninggal dunia karena AIDS setiap tahun di sub-Sahara Afrika (selatan gurun Sahara).

AIDS disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency virus). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh (sistem imun) adalah pertahanan alami tubuh terhadap penyakit. Ketika sistem imun lemah, semua jenis penyakit dapat menyerang tubuh dengan mudah.

Bagaimana Virus Ini Menyebar?

Virus ini menyebar melalui pertukaran cairan tubuh. Di Afrika cara yang paling umum adalah berhubungan intim. Banyak korban AIDS adalah orang dewasa yang masih muda. Di samping itu, banyak bayi yang lahir tertular HIV. Seorang wanita yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus itu kepada anaknya yang belum lahir. Pada tahun 2011, ada 35 juta orang di seluruh dunia yang menderita HIV/AIDS. Lebih dari 23 juta orang ini hidup di wilayah sub-Sahara Afrika. Mayoritas dari mereka adalah perempuan.

Dampak HIV/AIDS Terhadap Afrika

Penyakit ini telah merenggut banyak korban jiwa di negara-negara berkembang di Afrika. Jutaan orang Afrika meninggal akibat AIDS. Keluarga miskin kehilangan pencari nafkah sehingga mereka semakin tenggelam dalam kemiskinan. Jutaan anak-anak Afrika juga telah kehilangan orang tua mereka karena AIDS.

Sebagian besar negara di Afrika yang terkena dampak AIDS adalah negara miskin. Bahkan, banyak negara sub-Sahara merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Pemerintah tidak mampu membeli obat mahal yang digunakan untuk mengobati penyakit ini. Mereka juga tidak bisa memberikan pendidikan dan konseling HIV/AIDS yang cukup. Padahal, dua hal itu mutlak diperlukan untuk memerangi penyebaran virus ini.

Memperlambat Penyebaran HIV/AIDS

Beberapa negara Afrika telah mengambil langkah-langkah serius untuk memerangi HIV/AIDS. Salah satu langkahnya adalah melakukan tes kesehatan. Cara lainnya adalah mendidik masyarakat tentang cara mencegah penyebaran HIV/AIDS. Obat-obatan tertentu dapat membantu orang yang terinfeksi, namun tidak dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Meski demikian, obat ini bisa memperlambat perkembangan virus dan menghalangi penyebaran virus pada anak-anak yang belum lahir.

Sayangnya, obat-obatan tersebut sangat mahal harganya. Banyak orang miskin di Afrika yang tidak mampu membelinya. Badan-badan bantuan kesehatan telah bekerja untuk menurunkan harga obat. Namun sebagian besar orang-orang di sub-Sahara Afrika yang membutuhkan pengobatan masih belum mendapatkannya.

Beberapa negara telah membuat kemajuan dalam melawan HIV dan AIDS, seperti Ethiopia, Pantai Gading, dan Zimbabwe. Virus ini masih menjadi masalah besar di negara-negara tersebut meski jumlah kasus barunya telah menurun. Uni Afrika dan Joint United Nations Program on HIV/AIDS (UNAIDS) berada di garis depan dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus HIV/AIDS.

Pada bulan Juni 2006, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui rencana baru untuk memerangi HIV/AIDS. Mereka berjanji untuk bekerja sama dalam pencegahan, pengobatan, dan perawatan HIV/AIDS serta dukungan bagi semua orang yang membutuhkannya.

Masing-masing negara juga telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran HIV/AIDS. Amerika Serikat memiliki program Emergency Plan for AIDS Relief. Program tersebut telah memberikan bantuan pengobatan kepada lebih dari 1 juta orang yang terinfeksi HIV. Dua belas dari 15 negara-negara penerima bantuan berada di Afrika.

Komentar Anda