Suku Maori, Sang Navigator Samudera Pasifik

Suku MaoriLeluhur suku Maori adalah pelaut yang hebat. Orang-orang Polinesia ini melakukan perjalanan sejauh ribuan kilometer melintasi Samudera Pasifik, dari pulau ke pulau, menggunakan kano ganda besar yang dijalankan dengan dayung dan layar. Sekitar 2.000 tahun yang lalu, pelayar Polinesia berhasil mencapai Kepulauan Society. Dari sana, mereka mulai mendirikan koloni di kelompok pulau lainnya di Pasifik. Mereka mengangkut tanaman, hewan, alat-alat batu, dan perlengkapan hidup lainnya di tanah baru ini menggunakan kano.

Untuk membuat kano ganda, orang Polinesia membuat dua lambung sampan, sisi per sisi. Kemudian mereka menghubungkan dua lambung tersebut dengan balok lintang kayu yang diikatkan dengan kano. Sebuah papan kayu ditempatkan di atas balok lintang kayu. Papan ini menyangga tiang-tiang kayu yang tinggi tempat menggantung layar. Papan kayu ini juga bisa digunakan sebagai tempat kerja, istirahat, dan penyimpanan. Sebuah kano ganda panjangnya bisa mencapai 18 meter atau lebih. Kano ini jauh lebih stabil daripada kano tunggal yang ada di perairan.

Selain membuat kano dua lambung, suku Maori juga memiliki kano berlambung tunggal. Kano ini dibuat dengan cara melubangi batang sebuah pohon. Selain itu, kano sederhana juga digunakan untuk mengangkut orang dan barang di danau dan sungai. Kano untuk memancing biasanya lebih tinggi dan dihiasi dengan ukiran kayu halus di bagian depan dan belakang.

Yang paling mengesankan dari semua kano suku Maori adalah kano perang. Kano ini kaya akan ukiran rinci di bagian depan, belakang, dan samping. Di haluan ada ukiran kepala -mungkin dewa perang- yang menatap tajam pada musuh. Ornamen bulu dan sapuan cat membuat kano perang suku Maori tampak menyeramkan.

Ketika berlayar di laut lepas, bagaimana para penjelajah pemberani ini menavigasi kanonya? Mereka tidak punya alat khusus untuk membantu mereka menemukan jalan. Penunjuk alam hanya sedikit dan berjauhan. Oleh karena itu, para pelayar Polinesia mengandalkan pengamatan pada posisi matahari, bulan, dan bintang-bintang untuk memandu perahu mereka. Mereka juga mencatat pergerakan gelombang laut dan arus serta jalur terbang burung di langit dengan seksama.

Komentar Anda