Flora dan Fauna di Australia dan Selandia Baru

Tuatara Selandia Baru
Tuatara Selandia Baru

Ketika Australia dan Selandia Baru masing-masing memisahkan diri dari benua raksasa Gondwana puluhan juta tahun yang lalu, satwa liar di kedua tempat itu terdiri atas reptil, burung, dan mamalia jenis awal. Di Australia terdapat marsupialia (mamalia berkantung) awal dan makhluk yang lebih primitif yang memiliki sifat-sifat reptil dan hewan berdarah panas.

Terisolasi dari predator, reptil mirip mamalia Australia ini berhasil berevolusi menjadi platipus dan echidna atau trenggiling berduri. Hewan ini unik karena betina dari kedua spesies bertelur seperti reptil, namun juga menghasilkan susu seperti mamalia. Beberapa marsupialia berevolusi menjadi hewan yang merumput seperti kanguru dan walabi. Lainnya berkembang menjadi penghuni pohon seperti koala. Secara keseluruhan, iklim kering Australia sangat cocok untuk tanaman tahan kering, terutama rumput kasar dan pohon.

Isolasi Selandia Baru dari dunia luar juga menghasilkan kelompok satwa liar yang unik. Hampir 85 persen tanaman asli Selandia Baru tidak tumbuh secara alami di belahan bumi lain. Selandia Baru sangat terkenal dengan pohon kauri raksasa yang berumur panjang. Pohon kauri termasuk ke dalam kelompk pohon tertua di dunia, hanya beberapa hutan kauri yang tetap ada hingga saat ini. Hampir setengah dari lanskap Selandia Baru sekarang terdiri atas padang rumput yang subur, sisanya didominasi hutan cemara dan konifer.

Terisolir dari predator, banyak burung Selandia Baru yang berkembang menjadi burung yang tak bisa terbang seperti kiwi, takahe, dan moa. Tuatara Selandia Baru, reptil mirip kadal, dianggap sebagai fosil hidup karena semua spesies dari jenisnya mati bersamaan dengan dinosaurus.

Ketika manusia pertama mencapai Australia dan Selandia Baru pada zaman prasejarah, mereka memburu banyak spesies asli seperti moa sampai punah. Ketika pemukim Eropa menduduki Australia pada tahun 1700-an, mereka memperkenalkan banyak spesies normatif seperti kelinci, rusa, dan kambing. Hewan-hewan normatif ini berkembang dengan cepat dan mendorong banyak spesies asli menuju kepunahan.

Komentar Anda