Perjalanan Hidup Michael Faraday Si Bapak Listrik

Michael FaradayMichael Faraday adalah anak ketiga dari seorang pandai besi di London. Ia menjadi seorang ilmuwan otodidak yang penemuan terbesarnya berhubungan dengan  listrik. Pada tahun 1831 Faraday membuktikan bahwa magnet dapat digunakan untuk menghasilkan arus listrik. Penemuan ini memungkinkannya untuk membangun sebuah generator listrik. Alat ini adalah pendahulu dinamo raksasa yang menyuplai listrik bagi dunia modern.

Faraday lahir pada tanggal 22 September 1791, di Newington, Inggris. Ketika ia berusia 5 tahun, keluarganya pindah ke London, di mana Faraday muda belajar di sekolah dasar. Ketika Faraday berusia sekitar 12 tahun, ia berhenti sekolah untuk bekerja di toko buku. Penjual buku menyukainya dan mengajarinya cara mengikat buku. Selama tujuh tahun Faraday membaca semua jenis buku sambil memotong dan mengikat halaman buku. Ia menjadi sangat tertarik pada ilmu pengetahuan yang dibacanya dari buku-buku, terutama kimia dan ilmu baru tentang listrik.

Salah seorang pelanggan terkesan dengan minat pemuda itu. Ia memberi Faraday selembar karcis ceramah seorang ilmuwan Inggris terkenal, Sir Humphry Davy, pada tahun 1812. Kuliah ini meyakinkan Faraday bahwa masa depannya terletak pada ilmu pengetahuan. Apa yang paling diinginkannya adalah bekerja untuk Davy. Ia mencatat dengan rinci isi ceramah Davy. Dengan hati-hati ia menyalin catatan itu, mengikatnya ke dalam buku, dan mengirimnya ke Davy. Pada musim semi tahun 1813, Davy menyewa Faraday menjadi asisten laboratorium.

Pada musim gugur Davy pergi mengunjungi beberapa ilmuwan Eropa. Ia mengajak serta Faraday yang menjadi sekretarisnya. Selama satu setengah tahun, Faraday telah bertemu dengan beberapa ilmuwan dunia terkenal, seperti Volta, Ampère, dan Humboldt. Ketika Davy dan Faraday kembali ke London pada tahun 1815, pemuda itu kini bukan hanya seorang sekretaris. Ia sekarang bekerja berdampingan dengan Davy (dan kemudian menggantikannya sebagai direktur Royal Institution). Ketika Faraday menikah pada tahun 1821, ia dan istrinya pindah ke dua kamar di institusi tersebut. Sejak saat itu lembaga ini menjadi pusat segala aktivitasnya.

Sebagai seorang profesor kimia, Faraday adalah dosen yang sangat baik dan bahkan memberikan seri kuliah khusus untuk anak-anak. Namun sebagian besar waktunya dicurahkan untuk penelitian. Dalam laboratoriumnya, Faraday membuat penemuan yang membuka wawasan baru ilmu pengetahuan. Misalnya, ia menemukan benzena yang digunakan sebagai dasar untuk pewarna permanen. Ia menjadi orang pertama yang mengkompresi gas-gas tertentu sampai menjadi cair. Faraday jugalah yang pertama menemukan hukum elektrolisis.

Pada masa itu, para  ilmuwan baru mulai belajar tentang listrik dan magnet. Davy sudah tertarik pada elektromagnetisme dan Faraday melakukan eksperimennya sendiri. Secara bertahap, eksperimen ini menjadi pekerjaan utamanya. Pada tanggal 17 Oktober 1831, Faraday menjelaskankan dalam buku catatannya salah satu eksperimennya yang paling terkenal. Ia melilitkan kumparan kawat di sekitar silinder kertas dan menempelkan ujung kawat ke galvanometer, atau detektor arus. Ketika ia mendorong magnet ke dalam silinder, jarum galvanometer melonjak, menunjukkan bahwa ada arus yang melewati kawat. Selama ia terus menggerakkan magnet, jarum juga turut bergerak. Ketika magnet diam, tidak ada arus yang lewat. Faraday akhirnya menyimpulkan bahwa gerakan magnet itulah yang menyebabkan arus listrik dalam kawat. Penemuan inilah yang kemudian berkembang pada penemuan mesin listrik modern.

Faraday sangat tenggelam dalam pekerjaannya hingga ia hampir tidak memperhatikan penghormatan baginya yang datang dari berbagai belahan dunia. Ia terus bekerja di laboratorium setiap hari sampai usianya hampir 75 tahun. Akhirnya kelumpuhan memaksanya untuk pensiun dan tinggal di sebuah rumah di Hampton Court, hadiah dari Ratu Victoria. Di sana ia meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 25 Agustus 1867.

Komentar Anda