Bagaimana Astronom Mengukur Jarak di Ruang Angkasa?

jarak galaksiPara astronom memiliki metode yang berbeda dalam mengukur jarak suatu benda di ruang angkasa. Salah satu caranya adalah menggunakan paralaks. Bila dilihat dari dua sudut yang berbeda, sebuah bintang muncul untuk sedikit menggeser posisinya di langit. Sudut paralaks adalah ukuran jarak pergeseran ini. Para astronom menentukan paralaks bintang dengan mengamati bintang tersebut dalam beberapa bulan, selama bumi berpindah dari satu titik ke titik lain dalam orbitnya. Para astronom dapat menghitung paralaks bintang itu dari pengamatan ini dan kemudian menggunakan rumus matematika untuk menentukan jarak bintang itu dari bumi.

Metode paralaks bekerja dengan baik untuk bintang dalam jarak dekat tetapi tidak untuk mengukur bintang dan galaksi yang jaraknya sangat jauh. Untuk melakukan hal ini, para astronom membandingkan luminositas atau kecerahan sebenarnya dari sebuah objek cerah yang bisa diamati melalui teleskop. Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa semakin redup suatu benda bila dilihat dari bumi, maka semakin jauh jaraknya. Para astronom sering menggunakan metode ini untuk mengukur jarak suatu bintang. Metode luminositas juga dapat digunakan untuk mengukur jarak galaksi.

Untuk mengukur obyek paling jauh di ruang angkasa, astronom menggunakan metode yang melibatkan garis spektrum cahaya suatu objek yang diukur dengan instrumen khusus. Para astronom mengungkapkan, jika garis spektrum dari suatu obyek bergeser ke arah ujung merah spektrum, maka berarti objek tersebut bergerak menjauh. Semakin besar pergeseranya, semakin cepat gerakan objek itu. Para astronom juga mengemukakan bahwa semakin jauh suatu benda, semakin cepat benda itu meredup. Menggunakan fakta-fakta ini, para astronom dapat menghitung jarak galaksi dan quasar yang paling terpencil sekalipun.

Komentar Anda