Apakah Ada Planet di Luar Tata Surya Kita?

Planet EkstrasuryaPada tahun 1991, planet pertama di luar tata surya kita (planet ekstrasurya atau exoplanet) ditemukan mengorbit sebuah bintang neutron yang jauh. Sejak saat itu, ratusan planet ekstrasurya telah ditemukan. Planet ekstrasurya jarang terlihat secara langsung. Biasanya, planet ekstrasurya mengorbit sebuah bintang yang memancarkan banyak cahaya daripada yang bisa dipantulkan planet. Cahaya yang sangat terang dan menyilaukan ini cenderung menyembunyikan planet dari pandangan. Dalam kebanyakan kasus, para astronom harus menggunakan metode pengamatan tidak langsung.

Sebuah planet besar seperti Jupiter dapat ditemukan dengan mempelajari pergerakan bintang yang diorbitnya. Gravitasi planet menarik bintang, menyebabkan ia sedikit bergetar-getar saat planet memutarinya. Pada metode lain, astronom mencari bintang yang bercahaya sesaat ketika gravitasi planet yang melintas di depannya menjelma menjadi “lensa” yang melengkungkan cahaya bintang, efek ini disebut microlensing. Pada kasus lain, peredupan sementara sebuah bintang dapat menunjukkan ada planet yang lewat di antara bintang dan bumi. Peristiwa ini disebut transit bintang.

Beberapa planet ekstrasurya telah diamati secara langsung. Sebuah planet ekstrasurya paling mudah diamati secara langsung jika ia sangat panas, sangat besar, atau sangat jauh dari bintang yang diorbitnya. Pada beberapa planet ekstrasurya yang sudah ditemukan sejauh ini, penelitian mengungkapkan adanya medan magnet di satu planet serta adanya oksigen dan karbon di atmosfer planet lain. Para astronom juga menemukan sebuah bintang yang memiliki lebih dari satu planet.

Pencarian planet ekstrasurya terus berlanjut. Teleskop Kepler digunakan untuk mencari planet seukuran bumi yang mengorbit bintang yang mirip dengan matahari. Disamping itu, fotometer juga digunakan untuk mengukur perubahan kecerahan bintang saat terjadi transit planet.

Komentar Anda