Apa yang Dimaksud dengan Anarkisme?

anarkismeAnarkisme adalah teori politik yang menganggap pemerintah dan bentuk lain dari pemerintah pusat berbahaya dan tidak perlu. Anarkisme sering dikaitkan dengan kekerasan dan kekacauan. Tapi pendukung anarkisme “murni” mengklaim sebaliknya. Mereka percaya bahwa kekuasaan merusak pemimpin. Kaum anarkis berasumsi bahwa orang yang memiliki kekuasaan akhirnya akan menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan orang-orang yang seharusnya mereka layani. Menurut anarkis, masyarakat yang bebas dan adil hanya bisa diwujudkan bila pemerintah dihapuskan. Kemudian, mereka percaya orang-orang yang bebas akan bekerjasama dengan setara.

Wujud nyata anarkisme awal dapat ditelusuri pada para Taoist (pengikut filosofi Taoisme) di China pada 500 SM. Berabad-abad kemudian, dalam bukunya An Enquiry Concerning Political Justice (1793), penulis Inggris William Godwin menjelaskan konsep anarkisme, tapi ia tidak menggunakan istilah tersebut. Orang pertama yang menyebut dirinya sebagai anarkis adalah penulis Perancis Pierre-Joseph Proudhon. Karyanya What Is Property? (1840) meramalkan tentang runtuhnya otoritas dan munculnya tatanan sosial alami.

Mikhail Bakunin, seorang bangsawan Rusia, memodifikasi ajaran Proudhon. Ia mendorong kekerasan untuk menggulingkan pemerintah dan lembaga lain yang sudah ada. Ia juga percaya bahwa alat-alat produksi (tanah dan barang) harus dimiliki secara kolektif (oleh semua orang). Konsep kolektivisme diajukan oleh orang Rusia lainnya, Pyotr Kropotkin. Pada tahun 1876 ia memperkenalkan teori organisasi sosial tanpa kekerasan berdasarkan komune (masyarakat mandiri).

Anarkisme meluas ke Amerika Serikat pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Salah satu anarkis Amerika yang paling menonjol adalah Emma Goldman, seorang imigran Rusia. Pada awalnya ia menganjurkan penggunaan kekerasan, namun akhirnya menolak. Kemudian pada era 1960-an dan 1970-an, anarkisme dengan singkat menjadi populer di kalangan kelompok-kelompok kiri radikal.

Komentar Anda