Fakta Tentang Monumen Batu Raksasa Stonehenge

StonehengeStonehenge adalah salah satu monumen prasejarah paling terkenal dan misterius di dunia. Struktur raksasa yang dibangun menjelang akhir Zaman Batu ini terletak di padang rumput Salisbury Plain di tenggara Inggris.

Selama berabad-abad lamanya, para ahli mencoba memahami mengapa Stonehenge dibangun. Batu raksasa ini sudah lama diyakini menjadi rumah bagi druid, para imam Inggris kuno, disamping menjadi tempat pengorbanan manusia. Tapi faktanya, Stonehenge selesai dibangun seribu tahun sebelum agama Druidic berkembang di Inggris. Meski demikian, Stonehenge masih dianggap memiliki banyak arti seremonial atau agama.

Lokasi pintu masuk monumen, di samping penempatan batu-batu tertentu, telah membuat beberapa sarjana modern berpikir bahwa Stonehenge digunakan sebagai perangkat raksasa untuk mengukur langit dan memperkirakan gerhana matahari dan bulan. Ilmuwan lain berpendapat bahwa Stonehenge adalah pusat untuk penyembuhan. Namun sampai kini, tujuan pembangunan Stonehenge yang sesungguhnya masih menjadi misteri.

Stonehenge didirikan dan dibangun ulang dalam tiga tahap yang berbeda selama sekitar 2.000 tahun. Pembangunan Stonehenge I dimulai sekitar 3000 SM berupa parit melingkar sederhana dengan gundukan tanah di bagian dalam yang tinggi. Di dalam gundukan tanah tersebut terdapat 56 lubang yang sekarang dikenal sebagai lubang Aubrey, dinamai sesuai nama John Aubrey (1626-1697), peneliti ​​awal Stonehenge. Di luar pintu masuk timur laut ditempatkan sebuah sarsen (batu pasir besar Inggris). Pada tahun 2008, arkeolog menentukan bahwa penguburan berlangsung di Stonehenge, setidaknya pada 500 tahun pertama.

Modifikasi dari Stonehenge II dibuat sekitar 700 tahun kemudian, sekitar 2300 SM. Pada saat ini, dua lingkaran pilar batu biru (bluestone) ditempatkan di tengah lingkaran asli tapi tidak pernah selesai. Pintu masuk jalur, yang disebut Avenue, dan batu biru diselaraskan sesuai dengan lokasi matahari terbit pada titik balik matahari musim panas (yang berlangsung sekitar 21 Juni).

Pembangunan Stonehenge III dimulai segera setelah itu, sekitar 2000 SM, dan dibangun dalam tiga tahap dan berakhir sekitar 1500 SM. Pada masa itu, bentuk Stonehenge sudah menyerupai bentuknya yang sekarang. Batu sarsen besar diangkut dari Marlborough Downs, 32 kilometer jauhnya, dan batu biru diangkut dari dari tenggara Wales sejauh 450 kilometer melalui jalur laut dan darat.

Para arsitek yang terampil itu harus mengawasi seluruh pekerja yang mengukir batu dengan alat yang terbuat dari batu dan tulang, mendirikan batu sarsen, dan membangun perancah untuk mengangkat pintu raksasa yang berbentuk gapura.

Meskipun tidak jelas mengapa Stonehenge diciptakan, namun sangat jelas bahwa para pembangun monumen batu raksasa itu sangat berdedikasi dalam melaksanakan pekerjaan mereka.

Komentar Anda