10 Film Tentang Kisah Anak Dalam Perang

Perang selain kejam dan sia-sia juga menyimpan banyak cerita tragis, baik dari sisi mereka yang terlibat maupun yang tidak terlibat secara langsung. Perang, apapun alasannya, tak pernah pandang bulu dalam meminta korban. Wanita, anak-anak, dan orangtua bisa saja menjadi korban tak terelakkan dalam sebuah perang. Sepuluh film terbaik ini berkisah tentang anak yang berada dalam situasi perang.

1. The Kite Runner (2007)

The Kite RunnerFilm ini berkisah tentang seorang bocah bernama Amir yang kembali ke tanah airnya di Afghanistan untuk membantu teman lamanya, Hassan, yang putranya berada dalam kesulitan. Kisah ini menggambarkan banyak gejolak sosial seperti kekuasaan Monarki Afghanistan yang jatuh melalui intervensi Soviet dan eksodus besar-besaran para pengungsi Afghanistan ke Pakistan dan Amerika Serikat, serta kisah tentang rezim Taliban.

2. Empire of the Sun (1987)

Empire of the SunBercerita tentang James ‘Jim’ Graham, bocah dari keluarga Inggris kaya di Shanghai yang hidupnya berubah setelah Jepang menginvasi Shanghai pada 8 Desember 1941. Jim terpisah dari orang tuanya, ditangkap tentara Jepang, dan dibawa ke kamp penjara Soo Chow. Di tengah sakit dan kelaparan di kamp, Jim mencoba merekonstruksi kehidupannya yang dulu, sambil membawa semangat dan martabat orang-orang di sekelilingnya.

3. Life Is Beautiful (1997)

Life Is BeautifulPada tahun 1930-an di Italia, Seorang Yahudi jenaka dan riang bernama Guido menikahi seorang gadis Italia yang cantik. Guido dan istrinya memiliki seorang anak dan hidup bahagia sampai saat pasukan Jerman menduduki Italia dan menangkap orang Yahudi. Saat Guido dan keluarganya dipenjara di Kamp Konsentrasi Yahudi, ia bersandiwara di depan anaknya bahwa ini semua hanyalah sebuah permainan perang-perangan berhadiah sebuah tank. Sandiwara Guido ini membuat si anak tidak merasa ketakutan selama berada di dalam kamp penjara.

4. The Boy in the Striped Pajamas (2008)

The Boy in the Striped PajamasBruno kecil hidup dalam keluarga kaya di Jerman pada masa sebelum perang bersama dengan ibu, kakak, dan ayahnya seorang Komandan SS. Keluarga Bruno pindah ke pedesaan tempat ayahnya ditugaskan untuk mengambil alih komando sebuah kamp penjara. Disana, Bruno bertemu seorang anak lain bernama Shmuel yang anehnya mengenakan piyama bergaris-garis dan tinggal di belakang pagar listrik. Bruno segera mengetahui bahwa ia tidak diizinkan untuk berteman dengan Shmuel karena ia adalah seorang Yahudi yang menunggu pemusnahan.

5. Come and See (1985)

Come and SeeSaat Perang Dunia II, seorang anak Belarusia terjerumus ke dalam kekejaman perang. Setelah ia menemukan sepucuk pistol tua, ia memutuskan untuk berjuang bersama pasukan Soviet yang sudah putus asa dan kehabisan senjata melawan pasukan Jerman yang kejam. Selama perang, si anak menjadi saksi mata adegan teror yang sangat kejam dan bertahan dalam situasi mengerikan. Ia kehilangan kepolosannya dan kemudian kehilangan pikirannya.

6. Bicycle Thieves (1948)

Bicycle ThievesRicci, seorang pria pengangguran yang hidup dalam masa depresi ekonomi Italia pasca Perang Dunia II, akhirnya mendapatkan pekerjaan yang baik, yakni sebagai pemasang poster. Ia memiliki sebuah sepeda untuk bekerja, tapi sepeda itu dicuri orang. Ia dan anaknya berjalan-jalan di Roma untuk mencari sepedanya. Ricci akhirnya berhasil menemukan si pencuri tetapi ia tak memiliki bukti, iapun tak bisa berbuat apa-apa. Ricci dan anaknya tahu betul bahwa tanpa sepeda, ia tidak akan mampu mempertahankan pekerjaannya.

7. The Tin Drum (1979)

The Tin DrumOskar Matzerath adalah anak seorang pedagang di Danzig, Polandia. Ia adalah anak yang sangat cerdas. Pada ulang tahunnya yang ketiga, Oskar memutuskan untuk tidak tumbuh besar karena ia melihat dunia di sekelilingnya yang gila pada saat menjelang Perang Dunia II tahun 1920/1930an. Ia menolak masyarakat dan drum kalengnya melambangkan protesnya terhadap mentalitas kelas menengah keluarga dan lingkungannya, yang bersatu mendukung Nazi Jerman pada waktu itu. Namun, hampir tak ada yang mendengarkannya dan bencana itupun terjadi.

8. The Diary of Anne Frank (1959)

The Diary of Anne FrankKisah ini didasarkan pada buku harian Anne Frank. Di Belanda yang diduduki Nazi, Otto Frank dan keluarganya memutuskan untuk bersembunyi karena penganiayaan terhadap Yahudi meningkat. Pengusaha Kraler dan asistennya, Miep, menyiapkan tempat persembunyian di kamar di atas tempat usaha mereka. Mereka juga mengajak keluarga lain, Van Daans dan seorang dokter gigi bernama Dussel, untuk tinggal disana. Bersama-sama, mereka mencoba untuk menghindari tentara Nazi sambil berharap Belanda akan dibebaskan oleh Sekutu.

9. Au Revoir Les Enfants (1987)

Au Revoir Les EnfantsPada tahun 1944, seorang bocah dari keluarga atas bernama Julien Quentin dan saudaranya François mengunjungi asrama sekolah Katolik di desa. Disana Julien bertemu murid baru, Jean Bonnet. Meski awalnya terjadi gesekan, Julien belajar menghormati Jean dan mengerti bahwa Jean sebenarnya adalah seorang Yahudi. Para pendeta menyembunyikannya dari sergapan Nazi. Mereka menjadi sahabat dan Julien tetap memendam rahasia itu. Segera setelah itu, pasukan Gestapo tiba di sekolah untuk menyelidiki para murid dan pendeta yang bekerja disana.

10. Europa Europa (1990)

Europa EuropaSeorang anak laki-laki Yahudi terpisah dari keluarganya di hari-hari awal Perang Dunia II. Ia menjadi anak yatim piatu Jerman dan kemudian dibawa ke jantung dunia Nazi sebagai ‘pahlawan perang’ hingga akhirnya ia bergabung dengan barisan Hitler Youth. Meskipun film Europa Europa nampak tidak masuk akal dan aneh, film ini sebenarnya didasarkan pada kisah nyata Solomon Perel, seorang anak Yahudi Jerman yang lolos dari Holocaust dengan cara menyamar bukan hanya sebagai anak non-Yahudi, tetapi sebagai anak dari kalangan Arya Jerman.

Komentar Anda