Karakteristik Permainan Musik Afrika

Musik AfrikaMenyanyi adalah karakteristik paling menonjol dalam permainan musik Afrika. Meskipun orang Afrika bisa bernyanyi solo, bernyanyi dalam kelompok menjadi lebih umum. Dalam permainan musik Afrika, seringkali, satu orang membawakan sebuah lagu dan sekelompok penyanyi lain meresponnya dengan mengulang tema atau variasi yang sama. Susunan ini kadang-kadang disebut call and response (memanggil dan menjawab).

Bahasa berfungsi sebagai dasar untuk sebagian melodi dan ritme khas Afrika. Banyak bahasa Afrika merupakan bahasa nada, yang berarti bahwa penekanan sebuah kata atau suku kata yang diucapkan sangat menentukan maknanya. Suara tinggi atau rendah dari irama yang dimainkan pada drum Afrika berhubungan erat dengan kegiatan berbicara. Di masa lalu, instrumen “berbicara” ini berfungsi memberitahu orang-orang Afrika tentang kejadian terkini.

Dalam pertunjukan Afrika, musik, tari, lagu, dan drama semuanya penting. Meskipun para musisi memasukkan berbagai suara musik dalam ansambel (kelompok pemain musik) mereka, perkusi tetaplah penting. Orang-orang Ewe dari Ghana memasukkan unsur menyanyi, tepuk tangan, permainan kerincingan dan lonceng, serta empat atau lima drum dalam ansambel mereka. Para pemain lonceng melakukan ritme repetitif yang berfungsi sebagai dasar untuk semua instrumen lain. Beberapa drumer dan musisi lainnya melakukan pola berulang yang berbeda.

Pemimpin kelompok yang memainkan drum terbesar tidak memainkan irama berulang-ulang, tapi berimprovisasi -menciptakan musik spontan yang berbeda tetapi masih berhubungan. Ketika semua orang memainkan berbagai ritme dan melodi bersama-sama, maka inilah yang disebut polifoni. Musik Afrika menarik bukan karena setiap pemusik memainkan bagian yang berbeda. Sebaliknya, musik Afrika terdengar menyenangkan karena setiap bagian saling berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain.

Komentar Anda