Populasi Singa Afrika Yang Kian Menurun

Singa AfrikaSebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa populasi singa kian hari kian menyusut. Padahal, dahulu kala singa Afrika adalah raja rimba. Namun setiap saat mereka terus-menerus kehilangan habitat aslinya karena desakan manusia.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Duke University menunjukkan bahwa manusia telah mengambil alih sebagian besar habitat singa. Singa hidup di dataran Afrika yang disebut sabana. Dalam 50 tahun terakhir, jumlah orang yang hidup di dataran Afrika telah berkembang dengan pesat. Pada saat yang sama, jumlah singa telah menurun sekitar 70 persen.

Tim peneliti dari Duke University menggunakan detil gambar yang diambil oleh satelit untuk memeriksa lanskap Afrika secara seksama. Mereka dapat melihat peternakan dan kota-kota kecil yang mengambil alih dataran terbuka. Padahal, singa membutuhkan ruang terbuka lebar untuk berkeliaran dan berburu. Karena jumlah manusia dan kota meningkat, dataran Afrika menjadi kurang ramah kepada singa. Jumlah singa telah menurun dari sekitar 100.000 ekor pada tahun 1960 menjadi 32.000 ekor saat ini. Afrika Barat mengalami penurunan yang paling dramatis, disana hanya terdapat kurang dari 500 ekor singa.

Para peneliti khawatir bahwa jumlah singa akan berkurang lebih banyak lagi karena aktivitas manusia di sabana semakin meningkat. Manusia dan singa yang hidup bersama harus bersaing ketat untuk mendapatkan sumber daya alam seperti air dan makanan.

Kota dan peternakan yang mengambil alih lahan perburuan bisa memaksa singa keluar dari daerah-daerah tersebut sepenuhnya. Seringkali, singa yang kehabisan sumber makanan akan membunuh hewan ternak. Petani kemudian akan membunuh singa itu untuk melindungi hewan-hewan mereka. Singa Afrika juga terancam oleh para pemburu. Banyak dari mereka yang berburu singa hanya untuk olahraga atau untuk mengambil kulitnya.

Salah satu penulis penelitian ini, Stuart Pimm, percaya bahwa penelitian ini dapat membantu perencanaan pembagian dataran Afrika bagi singa dan manusia. Salah satu solusinya adalah dengan membangun pagar yang lebih tinggi agar singa tidak bisa mendekati hewan ternak. Negara-negara Afrika juga dapat memperluas suaka margasatwanya sehingga singa memiliki tempat yang aman untuk berburu dan merumput.

“Saya kira, salah satu hal penting untuk ditekankan adalah bahwa ini semua bukanlah malapetaka,” kata Pimm. “Kami menggunakan informasi ini untuk menyusun strategi perlindungan terhadap singa secara aktif.”

Komentar Anda