Kalajengking, Teman Atau Musuh?

KalajengkingApakah kalajengking layak menyandang reputasi buruknya? Inilah jawaban ilmuwan.

Kalajengking bisa ditemukan di semua benua kecuali Antartika, meskipun habitat gurun memiliki keanekaragaman terbesar. “Tempat-tempat dimana kalajengking dapat ditemukan cenderung merupakan lingkungan yang sangat keras,” kata Lorenzo Prendini, seorang ilmuwan dan peneliti kalajengking di American Museum of Natural History di New York. Risiko seperti penyakit tropis yang berbahaya, ular mematikan, dan cuaca yang panas adalah bagian dari pekerjaannya. Prendini telah menerjang semua tantangan itu dalam perjalanannya mencari lebih dari 70 spesies baru kalajengking.

Kalajengking adalah kerabat laba-laba. Arakhnida berkaki delapan ini memiliki capit seperti lobster dan panjang tubuh mereka bisa mencapai 20 cm. Tidak seperti kebanyakan invertebrata lainnya, setelah melahirkan, kalajengking betina akan merawat anak-anaknya. “Kami menemukan kalajengking di Meksiko yang menaruh anaknya di punggungnya dan mengangkutnya berkeliling, seperti penumpang bus,” kata Prendini. Beberapa kalajengking bahkan memberi makan dan merawat anak-anaknya sampai berumur dua tahun.

Bagaimanapun juga, kalajengking terkenal bukan karena kasih sayang ibu mereka, tetapi karena ancaman menakutkan dari ekor mereka yang sangat berbisa. Dengan menyuntikkan racun ke korbannya, kalajengking dapat membunuh mangsanya atau mempertahankan diri jika merasa terancam.

Setiap spesies kalajengking memiliki racun unik yang terdiri atas campuran bahan-bahan kimia kompleks. Kebanyakan racun kalajengking tidak berbahaya bagi manusia. Prendini mengungkapkan, dari 1.500 spesies kalajengking yang diketahui, hanya sekitar 25 yang berbahaya. “Orang dewasa yang sehat mungkin akan bertahan dari sengatan kalajengking bahkan dari spesies yang paling berbisa sekalipun,” katanya. Namun, 800 orang meninggal di seluruh dunia setiap tahun karena sengatan kalajengking. Anak-anak dan orang tua adalah yang paling rentan.

Fakta yang menarik, beberapa racun kalajengking ternyata dapat bermanfaat bagi manusia. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan satu jenis racun yang dapat digunakan untuk mengobati kanker otak. Bila diolah dengan baik, bahan kimia tertentu dalam racun kalajengking dapat membunuh sel kanker dan membiarkan sel-sel yang sehat tetap hidup.

Penelitian untuk menemukan manfaat pengobatan dari racun kalajengking baru saja dimulai. “Saya tidak ragu bahwa bila kita belajar lebih banyak tentang racun kalajengking, kita akan menemukan lebih banyak lagi kegunaannya,” kata Prendini.

Alasan lain Prendini mempelajari kalajengking adalah karena makhluk satu ini memegang petunjuk tentang lingkungan di sekitar mereka. Kalajengking akan betah dengan habitat tertentu yang sesuai dengannya. Dengan mempelajari DNA dan karakteristik fisik dari berbagai spesies kalajengking yang tinggal di daerah tertentu selama ribuan tahun, Prendini berharap dapat menentukan bagaimana ekosistem dunia berubah dari waktu ke waktu. Selain itu, kalajengking sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Prendini dapat menilai keadaan ekosistem dengan melihat populasi kalajengking. Jika kalajengking sakit atau mati, ekosistem tersebut mungkin sedang memburuk.

Di banyak daerah, aktivitas manusia seperti pertanian dan pertambangan telah menghancurkan habitat kalajengking. Akibatnya, beberapa spesies kalajengking terancam punah. Hal ini menandakan banyak spesies tanaman dan hewan lain yang juga menghadapi tekanan lingkungan dan beresiko mati.

Komentar Anda