Seluk-Beluk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Energi SampahDi Amerika Serikat, bahan bakar alkohol diproduksi terutama dari jagung. Tapi jagung, gula, dan tanaman lainnya memiliki nilai lebih sebagai makanan daripada sebagai bahan bakar. Lain halnya dengan sampah. Banyak kota di seluruh dunia memecahkan persoalan sampah dengan pembakaran sampah untuk menghasilkan uap. Uap yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk pemanasan dan menghasilkan listrik.

Sekitar 100 fasilitas pengolahan sampah ada di Amerika Serikat. Sampah dapat menghasilkan energi hampir sebanyak pembakaran batu bara. Batubara menghasilkan energi panas sebanyak 28 juta hingga 38 juta joule per 997 gram (joule adalah satuan energi). Sementara koran tua yang kering dapat menghasilkan energi 20 juta joule dan potongan-potongan daging matang bisa menghasilkan energi 29 juta joule.

Kelemahan utama dari pembakaran sampah adalah polusi udara. Beberapa pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga sampah di Saugus, Massachusetts, mampu mengurangi polusi udara dengan menggunakan perangkat elektrostatik yang “menggosok” debu dan partikel lainnya dari gas buang menggunakan listrik. Perangkat lainnya menggunakan air untuk mencuci partikel dari asap.

Sampah juga dapat dikonversi menjadi bahan bakar gas dengan bantuan bakteri secara kimiawi. Hal ini terjadi secara alami di tempat pembuangan sampah. Bakteri anaerob, yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, mengubah sampah menjadi gas metana. Perusahaan pengolahan gas metana mengekstrak gas ini, mengolahnya, dan kemudian menjualnya. Proses ini dibuat seefisien mungkin dengan cara membuang logam dan kaca dan memungkinkan sampah berfermentasi dalam kondisi yang terkendali.

Limbah juga merupakan sumber metana. Sejumlah penelitian telah mempelajari penggunaan limbah sebagai sumber energi. Pada limbah tanaman obat, gas metana dihimpun untuk memberi energi untuk sel bahan bakar (fuel cells) yang dapat membangkitkan listrik.

Komentar Anda